Harga Minyak Naik Lagi! Sanksi AS ke Iran Bikin Pasar Bergejolak
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali naik pada penutupan perdagangan Senin (24/2/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (25/2/2025) WIB. Sanksi baru dari AS terhadap Iran dan kom...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali naik pada penutupan perdagangan Senin (24/2/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (25/2/2025) WIB. Sanksi baru dari AS terhadap Iran dan komitmen Irak untuk menyesuaikan produksi membuat pasar khawatir pasokan bakal semakin ketat.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah berjangka Brent, naik 0,6% atau 45 sen menjadi US$74,88 per barel., di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,6% atau 43 sen mencapai US$70,83 per barel, di New York Mercantile Exchange. Kenaikan ini terjadi setelah minyak jatuh tajam pada perdagangan Jumat lalu.
Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap industri minyak Iran. Sejumlah broker, operator kapal tanker, dan perusahaan pengiriman minyak Iran terkena dampaknya. Langkah ini diyakini bisa menghambat ekspor minyak Iran, meskipun dampaknya belum bisa dipastikan.
Sementara itu, Irak menegaskan kembali komitmennya pada kesepakatan produksi OPEC+. Irak berjanji akan menyesuaikan produksi untuk mengimbangi kelebihan produksi dalam beberapa bulan terakhir. Negara itu juga siap mengekspor 185.000 barel per hari dari ladang minyak Kurdistan melalui pipa Irak-Turki setelah pengiriman kembali dibuka.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten