Harga Minyak Naik, Pasar Mulai Tenang Usai Kekhawatiran Tarif AS
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali naik pada penutupan perdagangan Senin (10/2/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (11/2/2025) WIB. Investor mulai mengabaikan ancaman tarif...
China mulai menerapkan tarif balasan terhadap beberapa produk AS sejak Senin. Namun, negosiasi antara Beijing dan Washington masih buntu.
Di sisi lain, sanksi AS terhadap Rusia dan Iran ikut menjadi sorotan. Sejak Januari, sanksi terhadap minyak Rusia mengganggu pasokan ke China dan India. AS juga memperketat sanksi terhadap Iran dengan menargetkan individu dan kapal tanker yang mengirim minyak ke China.
Analis Citi memprediksi harga minyak akan berada di kisaran US$60 - US$65 per barel pada paruh kedua 2025. Trump memang ingin harga energi turun, tapi kebijakan sanksinya justru bisa membuat harga minyak melonjak.
- 1
- 2
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten