Harga Minyak Naik, Trump Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada penutupan perdagangan Kamis (1/5/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (2/5/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Ame...
Oman juga ikut angkat bicara. Negara itu menyebutkan bahwa rencana pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang semula dijadwalkan Sabtu, 3 Mei, harus ditunda karena alasan logistik.
Sebelum pengumuman sanksi baru tersebut, harga minyak sempat tertekan karena kekhawatiran kelebihan pasokan di pasar global.
Arab Saudi dilaporkan menyampaikan kepada sekutunya bahwa mereka tidak berniat menahan harga minyak dengan pemangkasan produksi. Riyadh bahkan menyatakan siap menghadapi periode harga rendah dalam waktu lama.
Sejumlah negara anggota OPEC+ berencana mendorong percepatan peningkatan produksi pada pertemuan bulan Juni. Tiga sumber yang mengetahui pembicaraan internal OPEC+ menyebutkan bahwa langkah ini akan diusulkan untuk bulan kedua berturut-turut.
Sebanyak delapan negara anggota OPEC+ akan mengadakan pertemuan pada 5 Mei mendatang untuk menentukan rencana produksi bulan Juni.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten