Harga Minyak Naik, Trump Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada penutupan perdagangan Kamis (1/5/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (2/5/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Ame...
Dari sisi ekonomi makro, sentimen pasar juga terbantu oleh laporan keuangan dari dua raksasa teknologi AS, Meta dan Microsoft, yang menunjukkan kinerja solid.
Selain itu, indeks saham-saham AS ikut menguat meski data menunjukkan bahwa ekonomi Amerika Serikat mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir pada kuartal I 2024.
Kontraksi tersebut disebabkan oleh lonjakan impor sebagai imbas dari kekhawatiran pengusaha atas tarif baru. Situasi ini memperlihatkan dampak besar dari kebijakan dagang Presiden Trump yang tidak bisa diprediksi.
Dalam survei yang dilakukan Reuters, banyak analis memperkirakan bahwa tarif yang diterapkan Trump dapat mendorong ekonomi global masuk ke jurang resesi tahun ini.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten