HM Sampoerna (HMSP) Sewakan Aset Tanah dan Bangunan ke Philip Morris Indonesia, Segini Nilainya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direksi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan Direksi PT Philip Morris Indonesia (PMID) telah menandatangani perjanjian sewa tanah dan bangunan pabrik milik Perseroan di Karawang...
Adapun rencana Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020. Pasalnya, transaksi tersebut dilakukan antara Perseroan dan PMID selaku pemegang saham utama dan pengendali Perseroan. Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020.
Maharani menegaskan bahwa tidak ada potensi risiko yang berdampak merugikan atas transaksi tersebut terhadap keberlanjutan usaha Perseroan. Bahkan transaksi tersebut juga tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
Hingga kuartal I 2026, HMSP mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,05 triliun (Rp18 per saham) I 2026, naik 7,18% dibandingkan Rp1,92 triliun ( Rp16 per saham) pada periode sama 2025. Meski laba tumbuh, penjualan bersih HMSP turun 5,5% menjadi Rp27,20 triliun pada Januari-Maret 2026, dari Rp28,78 triliun pada Januari-Maret 2025.
Total aset HMSP per Maret 2026 sebesar Rp51,90 triliun, naik 0,66% dari Rp51,56 triliun per Desember 2025.Sementara jumlah liabilitas Perseroan mencapai Rp21,47 triliun per Maret 2026, turun dari Rp23,21 triliun per Desember 2025.
Liabilitas tersebut meliputi liabilitas jangka pendek sebesar Rp18,85 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp2,62 triliun. Sedangkan jumlah ekuitas emiten produsen rokok tersebut per Maret 2026 adalah sebesar Rp39,42 triliun. (konrad)
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...