Investor Tembus 28,3 Juta, Ini Strategi OJK & SRO Jaga Resiliensi Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal, yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT...

Investor Tembus 28,3 Juta, Ini Strategi OJK & SRO Jaga Resiliensi Pasar Modal
Bacakan Artikel

โ€œReformasi ini menjadi keniscayaan untuk memperkuat fondasi pasar modal Indonesia dan meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang,โ€ ujar Khoirul.

Dalam forum tersebut, BEI menyampaikan pasar modal Indonesia masih memiliki fundamental yang kuat meski menghadapi tekanan eksternal. Setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.134,70 pada Januari 2026, pasar mengalami volatilitas akibat dinamika geopolitik, kebijakan suku bunga global, pelemahan rupiah, dan rebalancing indeks global.

Hingga 12 Juni 2026, rata-rata nilai transaksi harian saham tercatat mencapai Rp24,7 triliun. Jumlah investor pasar modal telah melampaui 28 juta investor, sedangkan investor saham mencapai 9,8 juta investor. Dari sisi emiten, sekitar 80% perusahaan tercatat membukukan laba pada kuartal I-2026.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kondisi pasar saat ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

โ€œDi tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan, fondasi pasar modal Indonesia tetap kuat. Likuiditas pasar terjaga, partisipasi investor domestik terus meningkat, dan mayoritas perusahaan tercatat tetap menunjukkan kinerja yang positif. Karena itu, sinergi antara regulator, SRO, pelaku industri, dan investor menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia ke depan,โ€ kata Jeffrey.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: