Jeffrey Hendrik: Dari Arsitek Bursa Karbon (IDXCarbon) Menuju Kursi Nomor Satu BEI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Jeffrey Hendrik bukan nama asing di koridor Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sosok yang baru saja ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai calon Direktur Utama BEI p...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Jeffrey Hendrik bukan nama asing di koridor Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sosok yang baru saja ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai calon Direktur Utama BEI periode 2026โ2030 ini merupakan figur dibalik modernisasi pasar modal Indonesia. Ia dikenal sebagai "arsitek" yang membidani kelahiran bursa karbon di Tanah Air.
Lahir di Tebing Tinggi pada 6 September 1972, Jeffrey meniti karier dari bawah. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti angkatan 1995 ini memulai langkah profesionalnya sebagai Account Officer di PT Zone Pratama. Kariernya melesat cepat hingga masuk ke dunia pasar modal melalui PT Transpacific Sekurindo pada 1996.
Puncak karier manajerialnya sebelum masuk ke jajaran regulator adalah saat memimpin PT Phintraco Sekuritas. Jeffrey menjabat sebagai Direktur Utama di sana selama 23 tahun, sejak 1999 hingga 2022. Pengalaman panjang ini membentuk insting bisnisnya yang tajam dalam memahami kebutuhan investor ritel maupun institusi.
Pada Juni 2022, Jeffrey dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI. Di posisi inilah ia menorehkan tinta emas. Ia memimpin kajian, pengembangan, hingga peluncuran resmi bursa karbon Indonesia yang dikenal sebagai IDXCarbon pada September 2023.
Jeffrey membawa visi hijau ke dalam lantai bursa. Ia aktif mengintegrasikan sistem bursa dengan Sistem Registri Nasional (SRN) Pengendalian Perubahan Iklim. Fokusnya sangat jelas: menjadikan pasar modal Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi berkelanjutan melalui program ESG (Environmental, Social, and Governance).
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...