Jejak Karier Abdul Munim: Dari Staf IT Hingga Kursi Direksi Bursa Efek Indonesia
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan Abdul Munim sebagai calon Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030. Pen...
Kemampuannya tidak hanya terbatas pada urusan teknis kabel dan peladen (server). Abdul Munim memiliki pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko. Ia tercatat sebagai anggota Komite Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI selama lebih dari 11 tahun.
Wawasan internasionalnya juga sangat luas. Ia pernah menimba ilmu di kantor Nasdaq di Stockholm, Swedia, untuk mempelajari sistem trading kelas dunia. Selain itu, ia mengikuti konferensi Intel Security di Las Vegas, Amerika Serikat (USD), guna memperkuat benteng pertahanan siber bursa.
"Project Manager Consultant Pembaruan Sistem Perdagangan dan Pengawasan (PSPP) di BEI," tulisnya dalam dokumen riwayat kerja yang menunjukkan perannya saat ini.
Kehadiran Abdul Munim di jajaran direksi diharapkan mampu menjamin keamanan transaksi di tengah meningkatnya ancaman serangan siber global. Fokus utamanya ke depan adalah memastikan ketersediaan sistem bursa yang stabil (high availability) serta integrasi manajemen risiko yang lebih adaptif. Dengan pengalaman dari level staf hingga manajerial, Abdul Munim siap menjaga detak jantung teknologi pasar modal Indonesia tetap sehat dan andal.
- 1
- 2
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro