Kronologi Utang BNBR ke Eurofa dan SMIL Berujung Konversi jadi Saham
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sedang mengambil langkah penting untuk menyelesaikan utang kepada dua krediturnya, yaitu Eurofa Capital Investment Inc (Eurofa) dan Silver...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sedang mengambil langkah penting untuk menyelesaikan utang kepada dua krediturnya, yaitu Eurofa Capital Investment Inc (Eurofa) dan Silvery Moon Investment Ltd (SMIL). BNBR berencana menerbitkan saham baru menggunakan mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Langkah ini diharapkan dapat membantu BNBR memperbaiki posisi keuangannya.
Menurut laporan keuangan per 31 Desember 2023, BNBR mempunyai utang jangka panjang sebesar US$50 juta kepada Eurofa, yang setara dengan Rp770,8 miliar. Selain itu, perusahaan juga memiliki utang jangka pendek kepada SMIL sebesar Rp465,1 miliar. Para kreditur telah menyetujui penyelesaian utang ini melalui konversi menjadi saham, dengan harga Rp64 per saham.
Lantas, seperti apa kronologi perjalanan utang BNBR ke Eurofa dan SMIL yang akhirnya dikonversi menjadi saham?
Riwayat utang BNBR kepada Eurofa bermula pada 16 Desember 2010. Kala itu, Perseroan menandatangani perjanjian penerbitan Equity Linked Notes senilai US$109 juta. Namun, utang tersebut telah jatuh tempo sejak 16 Desember 2015.
Dalam kesepakatan awal, BNBR membayar Eurofa upfront fee sebesar US$6,4 juta. Namun, seiring waktu, BNBR tidak dapat memenuhi kewajibannya. Menurut perjanjian, Eurofa berhak mengkonversi pokok pinjaman menjadi saham biasa jika BNBR gagal membayar utang. Saat ini, sisa Notes yang dimiliki Eurofa mencapai US$50 juta, yang setara dengan Rp750 miliar.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...