Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%

Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
Bacakan Artikel

Meski demikian, Panorama tetap mampu mempertahankan pertumbuhan melalui portofolio bisnis yang terdiversifikasi. Segmen Corporate Travel menjadi pendorong utama pertumbuhan karena permintaan perjalanan dinas dan bisnis korporasi tetap terjaga.

Di sisi lain, segmen Leisure, baik dari pilar Outbound maupun Inbound, masih menghadapi tantangan akibat melemahnya permintaan perjalanan wisata di sejumlah pasar sehingga pertumbuhannya belum sekuat periode sebelumnya.

โ€œSemester pertama tahun ini merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri pariwisata global. Namun, model bisnis Panorama yang memiliki keseimbangan antara segmen leisure dan corporate travel memungkinkan kami tetap mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Kami melihat kebutuhan perjalanan bisnis korporasi tetap terjaga sehingga mampu menjadi penopang kinerja di tengah perlambatan permintaan wisata,โ€ ujar AB Sadewa.

Sepanjang Semester I 2026, Panorama juga tetap agresif menjalankan berbagai kegiatan pemasaran. Perseroan menggelar sejumlah travel fair bersama maskapai penerbangan dan asosiasi industri untuk mendorong penjualan paket wisata.

Di pasar internasional, Panorama memperluas jaringan bisnis melalui partisipasi dalam berbagai ajang business-to-business (B2B), seperti ITB Berlin dan IMEX Frankfurt di Jerman, serta Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) di Bali. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pasar inbound sekaligus memperkuat kemitraan global.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: