Perjalanan Krestijanto hingga Jadi CEO dan Kepercayaan Dirinya pada IPO MDLA!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA0) - President Director PT Medela Potentia Tbk (MDLA), Krestijanto Pandji, dikenal sebagai sosok pemimpin yang punya gaya kepemimpinan unik. Ia menyebut dirinya sebagai seorang "...
Dari hobi makan hingga memimpin perusahaan besar, perjalanan karier Krestijanto membuktikan bahwa kesuksesan diraih dengan kerja keras, empati, dan kerja sama tim yang kuat.
Optimistis IPO MDLA Sukses
Sebagaimana diketahui, saat ini PT Medela Potentia Tbk (MDLA) tengah sibuk melakukan proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Saham MDLA direncanakan bisa dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 April 2025.
Dalam aksi korporasi ini, MDLA akan melepas 3,5 miliar saham baru. Itu setara dengan 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp20 per lembar. MDLA mematok harga IPO saham di kisaran Rp180 hingga Rp230 per unit Dengan skema ini, MDLA berpotensi meraup dana segar hingga Rp805 miliar.
Krestijanto optimistis proses IPO MDLA akan berjalan sukses meskipun kondisi pasar saham saat ini sedang tidak baik-baik saja, Keyakinan ini bukannya tanpa alasan, Menurutnya, sektor kesehatan adalah industri yang defensif dan memiliki prospek cerah di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
"Kami melihat jumlah perusahaan healthcare yang IPO masih sedikit. Selain itu, meski pasar sedang tidak stabil, kami tidak khawatir karena secara fundamental kami kuat. Ditambah lagi, kami berada di industri kesehatan yang sifatnya defensif," katanya.
Ia mencontohkan bagaimana industri kesehatan tetap bertahan bahkan di tengah krisis seperti pandemi COVID-19. "Saat COVID-19 melanda, bisnis perhotelan dan penerbangan terdampak parah. Tapi kesehatan tetap berjalan karena orang sakit tidak bisa menunda untuk berobat," jelasnya.
Ia menegaskan kekuatan fundamental perusahaan menjadi kunci. "Yang penting, fundamental harus kuat, penjualan bagus, dan profit margin sehat," katanya.
Untuk meyakinkan investor, Krestijanto menekankan bahwa perusahaan yang ia pimpin memiliki fundamental yang kuat. MDLA telah beroperasi lebih dari 40 tahun dan punya rekam jejak yang solid di industri kesehatan. "Please check track record-nya dulu. Kita di industri healthcare, dan healthcare pasti cuma naik," katanya.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Jejak Gemilang Perry Warjiyo, dari Staf hingga Dua Periode Memimpin Bank Indones...
- Nakhoda Baru ASII: Rudy Siap Bawa Astra International Makin Terbang Tinggi
- Eksodus Petinggi Pasar Modal: Jejak Panjang Karier Iman, Mahendra, Inarno, dan M...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem