Perjalanan Krestijanto hingga Jadi CEO dan Kepercayaan Dirinya pada IPO MDLA!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA0) - President Director PT Medela Potentia Tbk (MDLA), Krestijanto Pandji, dikenal sebagai sosok pemimpin yang punya gaya kepemimpinan unik. Ia menyebut dirinya sebagai seorang "...

Perjalanan Krestijanto hingga Jadi CEO dan Kepercayaan Dirinya pada IPO MDLA!
Bacakan Artikel

Selain itu, perusahaan juga dipercaya oleh banyak prinsipal, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mendistribusikan produk-produk mereka di Indonesia. "Ini otomatis merupakan peran penting dalam meningkatkan kesehatan di Indonesia," tambahnya.

Terkait potensi oversubscribe atau kelebihan permintaan saham, Krestijanto enggan berspekulasi. "Itu belum tahu. Kita doakan saja," ucapnya.

MDLA juga telah melakukan roadshow untuk memperkenalkan sahamnya dan menarik minat calon investor, termasuk di luar negeri. "Roadshow-nya sudah, sebelumnya kita juga sudah ke Singapura," ungkapnya.

Setelah IPO, MDLA berencana memperluas bisnisnya, terutama di sektor distribusi alat kesehatan. Perseroan ingin memperkuat jangkauan di Indonesia serta menjajaki ekspansi ke Asia. "Kami melihat peluang masuk ke Filipina atau Vietnam. Tapi masih kami pertimbangkan," ujarnya.

Rencana ekspansi ke Asia ditargetkan mulai terealisasi pada 2026 melalui strategi kemitraan. "Jadi bukan akuisisi perusahaan, tapi membangun strategic alliance. Jika ada prinsipal dari luar negeri ingin distribusi di Indonesia, kita bisa jalankan. Sebaliknya, jika mereka butuh distributor di Filipina, kita bisa rekomendasikan mitra kita di sana," tandas Krestijanto.

Selain ekspansi ke Asia, MDLA berencana mengotomatisasi operasional di bagian back-end, khususnya di warehouse. Tak hanya itu, MDLA juga akan menambah produk medical device yang dapat diproduksi di dalam negeri.

Dengan strategi ini, MDLA optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi lebih besar dalam industri kesehatan, baik di Indonesia maupun di tingkat regional.

Target Pertumbuhan 2025

MDLA menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 11-12% dibandingkan 2024. Tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp14,5 triliun dengan laba bersih sekitar Rp341 miliar.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: