BEI Sempurnakan Metodologi HSC, 37 Saham Baru Masuk Daftar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyempurnakan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Langkah ini merupakan ba...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyempurnakan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Langkah ini merupakan bagian dari reformasi transparansi pasar modal Indonesia.
Penyempurnaan ini bertujuan mendukung terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. BEI terus memperhatikan konsistensi implementasi serta efektivitas kebijakan yang berlaku.
Dalam metodologi terbaru ini, BEI menambah kriteria baru berupa price impact ratio. Kriteria tersebut berlaku untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Price impact ratio mengukur besarnya perubahan harga saham dibandingkan dengan tingkat aktivitas perdagangannya (velocity). Adapun velocity adalah indikator pengukur tingkat aktivitas transaksi saham. Angkanya didapat dari perbandingan rata-rata volume transaksi dengan jumlah saham beredar di publik (free float).
BEI melakukan penghitungan kriteria baru ini secara berkala setiap triwulan sekali. Namun, trigger factors yang menggunakan tindakan pengawasan tetap dilakukan dan bersifat insidental.
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...