Dana Rp200 Triliun Digelontorkan, Kalau Kredit Macet Jadi NPL, Menkeu Purbaya: “Ya Dipecat Aja”
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah resmi menyalurkan dana Rp200 triliun ke lima bank nasional pada Jumat, 12 September 2025. Kebijakan ini diputuskan untuk memperkuat likuiditas di perbankan dan men...
Ia mencontohkan kondisi serupa pada 2021 saat kredit melambat. Saat itu, pemerintah menginjeksi likuiditas ke sistem keuangan dan hasilnya pertumbuhan kredit ikut meningkat. “Tahun 2021, semua sama kan. Waktu itu kredit tumbuhnya rendah sekali. Semua orang bilang, kita kredit gak bisa tumbuh sebelum ekonomi membaik. Saya balik. Saya inject uang ke sistem dengan cara tertentu ya. Cukup signifikan M0 tumbuh double digit dalam waktu yang hampir bersamaan, kredit juga tumbuh,” jelasnya.
Menurut Purbaya, teori dasarnya ada pada biaya peluang uang. Jika bunga turun, maka uang beredar lebih mudah masuk ke perekonomian. “Kalau opportunity cost of money turun, bunga turun, uang ada. Kan orang yang punya uang jadi nggak sayang belanja lagi. Sementara orang yang punya perusahaan yang mau ekspansi gak takut lagi pinjam uang. Bunganya lebih rendah dari sebelumnya, jadi ini kesempatan untuk berekspansi,” katanya.
Ia menegaskan kebijakan di 2021 sudah membuktikan bahwa sistem akan merespons cepat saat likuiditas masuk ke pasar. “Itu bukti yang nyata. Pada waktu itu kalau Anda rapat ke KSSK, mereka akan bilang kredit gak bisa bagus karena ekonominya belum tumbuh. Saya bilang enak banget kerjanya kalau gitu. Regulator ngapain? Jadi kita balik waktu itu, dan berhasil,” ungkapnya.
Terkait prospek tahun ini, Purbaya menyebut pola perilaku sistem ekonomi biasanya tidak banyak berubah. “Saya gak optimis, tapi biasanya perilaku dari sistem perekonomian gak berubah. Jadi kemungkinan besar responnya akan sama,” ujarnya.
Menurutnya, dampak ke perekonomian bisa terlihat dalam waktu singkat. “Biasanya sih ke ekonominya dua bulan, tiga bulan kelihatan. Tapi kalau perbankan, kredit mestinya satu bulan kelihatan,” kata Purbaya.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas