Dulu Rp400-an Kini Sisa Rp80, Bursa Selidiki Gerak-gerik Saham Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Hillcon Tbk (HILL) ke dalam radar pantauan. Langkah ini diambil menyusul adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan at...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Hillcon Tbk (HILL) ke dalam radar pantauan. Langkah ini diambil menyusul adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman tersebut dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (18/2/2026). Bursa saat ini tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham emiten jasa pertambangan ini.
Penetapan status UMA bertujuan memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal. Meski demikian, bursa menegaskan status ini bukan merupakan vonis kesalahan bagi perusahaan tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Yulianto Aji Sadono.
Informasi terakhir mengenai HILL tercatat pada tanggal 12 Februari 2026. Laporan tersebut dipublikasikan melalui situs resmi BEI. Isinya mengenai laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...