Kabar Baik! Mulai Hari Ini BEI Buka Suspensi 3 Saham yang Pernah Naik Tajam
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham tiga emiten. Ketiganya ialah PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Gol...
Saham BUVA mencatat rekor tertinggi dalam 52 minggu terakhir, jauh di atas posisi terendahnya yang berada di Rp53. Rasio price to earnings (P/E) perusahaan tercatat 57,59 kali.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan Kamis, 8 Agustus 2024, saham IMPC juga melesat. Harga saham IMPC naik Rp95 atau 16,81%, ditutup di Rp660 per saham.
Saham IMPC dibuka di Rp580 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp705, dengan level terendah harian di Rp560. Kapitalisasi pasar IMPC mencapai Rp35,82 triliun dengan rasio P/E 63,05 kali.
Dalam setahun terakhir, harga saham IMPC pernah berada di titik tertinggi Rp705 dan terendah Rp282.
Sedangkan saham POLU mencatatkan kenaikan signifikan pada Rabu, 26 Maret 2025. Harga saham POLU naik 19,25% atau bertambah 1.425 poin menjadi Rp8.825 per saham.
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten