Kabar Baik! Mulai Hari Ini BEI Buka Suspensi 3 Saham yang Pernah Naik Tajam
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham tiga emiten. Ketiganya ialah PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Gol...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham tiga emiten. Ketiganya ialah PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Golden Flower Tbk (POLU). Saham tersebut bisa kembali diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I, Selasa, 12 Agustus 2025.
Keputusan ini diumumkan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, melalui keterbukaan informasi di laman Bursa. Ia menjelaskan, langkah ini menindaklanjuti sejumlah pengumuman suspensi yang sebelumnya telah diberlakukan.
“Berdasarkan penilaian Bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 12 Agustus 2025,” ujar Yulianto, dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (12/8/2025).
Saham BUVA disuspensi mulai 1 Agustus 2025 setelah mengalami peningkatan harga kumulatif signifikan. IMPC digembok pada 11 Agustus 2025 karena lonjakan harga yang terlalu tinggi. POLU sebelumnya dihentikan perdagangannya sejak 27 Maret 2025 juga akibat kenaikan harga yang signifikan.
“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” ujar Yulianto. Menurutnya, suspensi dilakukan agar pelaku pasar memiliki waktu mempertimbangkan keputusan investasi secara matang berdasarkan informasi yang tersedia.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...