OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19, Para Bankir Ramai-ramai Ungkap Fakta Ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan untuk dampak Covid-19 pada 31 Maret 2024. Menurut OJK, industri...

OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19, Para Bankir Ramai-ramai Ungkap Fakta Ini!
Bacakan Artikel

Sunarso, yang juga menjabat Ketua Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), menegaskan, outstanding kredit restrukturisasi kredit terdampak Covid -19 per Desember 2023 turun menjadi Rp54,5 triliun dari Rp107,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. BRI telah mengambil langkah strategis untuk melakukan penyelamatan terhadap UMKM yang memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia.

"UMKM memberikan kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM menyerap 97% tenaga kerja dan menyediakan 99% lapangan kerja di Indonesia," kata Sunarso. Fokus BRI dalam memberdayakan dan membangkitkan aktivitas pelaku UMKM menjadi motor kinerja keuangan BRI saat pandemi.

Senada dengan BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan, nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 telah mengalami penurunan yang signifikan dan sebagian besar debitur telah memasuki tahap normalisasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman, menjelaskan bahwa kondisi usaha para debitur saat ini telah kembali dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit baik cicilan pokok maupun bunga. Menurutnya, berakhirnya kebijakan tersebut sudah mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia yang telah pulih dari pandemi Covid-19 hampir di semua sektor.

[caption id="attachment_19904" align="alignnone" width="2560"] T Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)[/caption]

โ€œSaat ini kondisi debitur terdampak Covid-19 telah mencapai soft landing, sebelum berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit oleh OJK,โ€ ujar Ali dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Adapun, sektor yang paling terdampak saat pandemi Covid-19 di Bank Mandiri antara lain sektor Pengangkutan dan Pergudangan, serta Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum. Bank Mandiri akan tetap memantau secara ketat kondisi usaha debitur melalui Early Warning Signal, dan dapat memberikan restrukturisasi lanjutan apabila dibutuhkan.

โ€œKhusus untuk debitur yang mendapat restrukturisasi Covid-19, mayoritas sudah masuk ke level normal (sebelum pandemi). Hanya tersisa sedikit di sektor-sektor tertentu,โ€ ungkapnya. Ali juga menyampaikan bahwa pemberian insentif yang sudah diambil oleh Pemerintah dan OJK sudah tepat sehingga kondisi perekonomian relatif lebih cepat pulih.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: