OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19, Para Bankir Ramai-ramai Ungkap Fakta Ini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan untuk dampak Covid-19 pada 31 Maret 2024. Menurut OJK, industri...
Sejalan dengan kondisi usaha yang membaik, Bank Mandiri optimistis kinerja para debitur akan terus tumbuh. โDi Bank Mandiri, Loan at Risk (LaR) sudah lebih rendah dibanding masa pandemi, ini menjadi indikator utama bahwa kita sudah siap tumbuh melampaui posisi sebelum Covid-19,โ jelasnya.
Sampai dengan Desember 2023, NPL Bank Mandiri secara bank only telah menurun mencapai 1,02% dengan NPL Coverage Ratio yang cukup memadai mencapai 384,36%.
Dukungan serupa terhadap keputusan OJK dalam mengakhiri stimulus restrukturisasi kredit perbankan terdampak Covid-19 juga datang dari Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo). Menurut Ketua Umum Asbisindo, Hery Gunardi, perbankan syariah Tanah Air saat ini telah menunjukkan resiliensi yang tinggi pasca-pandemi, meskipun kondisi perekonomian global masih mengalami ketidakpastian.
"Hal ini tak terlepas dari strategi dan respon pemerintah yang tepat dalam menghadapi krisis akibat pandemi maupun ketidakpastian ekonomi global. Strategi dan respon cepat ini membantu meringankan nasabah perbankan yang terdampak pandemi," kata Hery, di Jakarta, Senin (1/4/2024).
[caption id="attachment_19905" align="alignnone" width="700"]
Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Hery Gunardi,[/caption]
Selain itu, Hery menambahkan bahwa pemulihan ekonomi semakin menunjukkan peningkatan, dengan tingkat inflasi yang terkendali dan pertumbuhan investasi di dalam negeri yang bertumbuh.
"Faktor-faktor tersebut menjadi bukti kondisi perekonomian pasca-pandemi semakin pulih," ungkapnya.
Laporan Statistik Perbankan Syariah OJK menunjukkan pertumbuhan positif pada aset bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS), yang mencapai Rp868,98 triliun pada akhir 2023, tumbuh 11,1% secara tahunan.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90