Pasar Eropa Melonjak! Tapi Saham Energi Merosot, Philips Anjlok 16%
STOCKWATCH.ID (LONDON) – mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan hari Senin (28/10/2024) waktu setempat. Mayoritas indeks utama ditutup menguat. Para investor merasa lebih optimistis...
STOCKWATCH.ID (LONDON) – mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan hari Senin (28/10/2024) waktu setempat. Mayoritas indeks utama ditutup menguat. Para investor merasa lebih optimistis setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda.
Mengutip CNBC International, indeks FTSE 100 di London menguat 0,45% ke 8.285,62. DAX di Jerman naik 0,35% ke 19.531,62. CAC 40 di Prancis melonjak 0,79% dan berakhir di 7.556,94. Sementara itu, FTSE MIB di Italia naik 0,69% ke 35.016,44. Di Spanyol, indeks IBEX 35 menguat 0,77% dan mencapai 11.904.
Indeks pan-European Stoxx 600 yang mencakup saham-saham utama Eropa, juga naik 0,47%, meski sempat berfluktuasi. Saham di sektor media dan konstruksi mengalami kenaikan masing-masing 1,6% dan 2%. Namun, saham energi dan gas justru turun 1,4% akibat melemahnya harga minyak.
Sorotan lain datang dari saham Philips, yang anjlok hampir 17%. Perusahaan asal Belanda ini menurunkan proyeksi penjualan tahunannya, terutama karena lemahnya permintaan dari China.
Selain itu, sentimen positif di pasar Eropa turut dipicu oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah. Serangan udara Israel ke Iran pada akhir pekan lalu ternyata tidak menargetkan fasilitas minyak atau nuklir, yang sebelumnya sempat dikhawatirkan. Hal ini menyebabkan harga minyak turun lebih dari 6%. Analis dari Citi menyatakan, "Risiko eskalasi yang dapat mengganggu pasokan minyak global kini semakin kecil."
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...