Perry Warjiyo Mundur, Analis Sebut Independensi Bank Indonesia Hadapi Ujian Besar Pasca P2SK
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi ujian penting bagi independensi bank sentral setelah perubahan ketentuan dalam Undang...
"Intervensi politik tidak selalu datang dalam bentuk perintah resmi atau voting. Kehadiran pemerintah di dalam ruangan ketika kebijakan moneter dibahas saja sudah dapat menciptakan political pressure," ujarnya.
Selain itu, DPR kini memiliki kewenangan lebih besar terhadap BI, mulai dari persetujuan anggaran operasional, standar biaya, struktur organisasi, sumber daya manusia hingga remunerasi. DPR juga dapat memberikan rekomendasi atas hasil evaluasi BI yang wajib ditindaklanjuti.
"Kontrol terhadap anggaran dan organisasi tetap dapat menjadi alat tekanan kelembagaan yang kuat," kata Liza.
Meski demikian, ia menegaskan belum dapat menyimpulkan pengunduran diri Perry merupakan dampak langsung implementasi P2SK.
"P2SK telah menciptakan institutional setting yang membuat political influence terhadap BI menjadi lebih mudah masuk, lebih luas, dan pada saat yang sama lebih sulit dibuktikan," ujarnya.
Liza juga mengingatkan pasar berpotensi meningkatkan kekhawatiran apabila Thomas A.M. Djiwandono ditunjuk sebagai Gubernur BI, karena saat ini masih terdapat Destry Damayanti yang menjabat Deputi Gubernur Senior dan secara kelembagaan dinilai sebagai figur paling natural memimpin masa transisi.
"Secara hukum, penunjukan Thomas mungkin saja sah apabila diusulkan Presiden dan disetujui DPR. Tetapi kita juga harus ingat bahwa legalitas tidak otomatis menghasilkan kredibilitas," katanya.
Menurut Liza, hubungan keluarga Thomas dengan Presiden, pengalaman yang masih singkat di bank sentral, serta kemungkinan melangkahi Deputi Gubernur Senior dapat memunculkan persepsi berubahnya hubungan pemerintah dan BI dari koordinasi kebijakan menjadi kontrol politik.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro