Rights Issue Rp16,63 Triliun, 4 Emiten Masih Antre di Pipeline BEI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– Pasar modal Indonesia masih diramaikan aksi korporasi berupa rights issue. Hingga 4 September 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sudah ada 10 perusahaan yang melaksan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– Pasar modal Indonesia masih diramaikan aksi korporasi berupa rights issue. Hingga 4 September 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sudah ada 10 perusahaan yang melaksanakan rights issue dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp16,63 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan pipeline rights issue juga masih berlanjut. “Saat ini terdapat 4 perusahaan yang masih tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Empat perusahaan tersebut berasal dari sektor basic materials sebanyak 2 perusahaan, healthcare 1 perusahaan, serta transportation & logistic 1 perusahaan. Sementara sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy, financials, industrials, infrastructures, properties & real estate, dan technology tidak ada yang masuk pipeline rights issue.
Komposisi pipeline rights issue menunjukkan dominasi sektor basic materials dengan porsi 50%. Disusul healthcare 25% dan transportation & logistic 25%.
Data ini tidak banyak berubah dibandingkan posisi 29 Agustus 2025. Saat itu, Nyoman juga melaporkan rights issue sudah dilakukan oleh 10 perusahaan dengan nilai total Rp16,63 triliun dan pipeline rights issue berisi 4 perusahaan dengan rincian sektor yang sama.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...