Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).
Pengumuman tersebut disampaikan BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui Pengumuman Nomor Peng-00055-HSC/BEI.WAS/08-2026 dan KSEI-5702/DIR/0826 tertanggal 4 Agustus 2026.
Berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 31 Juli 2026, saham ALKA dimiliki oleh sejumlah pemegang saham yang secara agregat menguasai 98,21% dari total saham Perseroan.
BEI menegaskan, pengumuman tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada pelaku pasar. Status kepemilikan saham yang terkonsentrasi tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku di pasar modal.
Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan, "Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal."
- Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
- Ida Ayu Somawati Borong 222,4 Ribu Saham WINE, Kepemilikan Bertambah
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- BEI Buka Sementara Suspensi Saham EDGE untuk Crossing Buyback Go Private
- Satgas PASTI Hentikan 1.220 Entitas Keuangan Ilegal hingga Juli 2026, Dana Korba...
- Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
- Ida Ayu Somawati Borong 222,4 Ribu Saham WINE, Kepemilikan Bertambah
- BEI Buka Sementara Suspensi Saham EDGE untuk Crossing Buyback Go Private
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Satgas PASTI Hentikan 1.220 Entitas Keuangan Ilegal hingga Juli 2026, Dana Korba...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...