Trump Depak Maduro, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tetap Anteng
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Presiden Amerika Serikat Donald Trump melengserkan Presiden Nicolas Maduro di Venezuela. Gejolak politik di negara kaya minyak tersebut diprediksi tidak akan mengguncang pas...
Ketidakpastian mengenai pemerintahan transisi menjadi alasan utama keraguan investor. Pelajaran dari transisi pemerintahan di Irak dan Afganistan menunjukkan proses tersebut sangat sulit. Tidak ada perusahaan mau berkomitmen investasi miliaran dolar tanpa mengetahui ketentuan hukum yang jelas.
Sejumlah perusahaan termasuk Exxon Mobil masih menunggu penagihan utang dari perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA. McNally menambahkan produsen minyak belum lupa saat mereka diusir dari Venezuela pada awal 2000-an. Saat itu, negara tersebut menyita aset perusahaan minyak asing.
Akses ke cadangan minyak terbesar dunia memang sangat menggoda jika sanksi dicabut. Namun, proses ini membutuhkan investasi miliaran dolar selama puluhan tahun. Pertanyaan utamanya adalah apakah dunia membutuhkan minyak sebanyak itu di masa depan.
Sebelumnya, konsensus pasar memperkirakan permintaan minyak akan berhenti tumbuh dalam empat tahun. Tren kendaraan listrik dan kebijakan iklim menjadi pemicu utamanya. Kini pandangan tersebut mulai berubah.
Melemahnya kebijakan iklim di Amerika Serikat, China, dan Kanada membuat prospek investasi minyak kembali menarik. Penjualan kendaraan listrik yang turun membuat kebutuhan minyak diprediksi tetap tinggi. โTiba-tiba Anda mulai berkata: โWah, kita akan membutuhkan lebih banyak minyakโ,โ pungkas McNally.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...