Tanggapi Investigasi Dagang AS, Pemerintah Tegaskan ART Tetap Jadi Pegangan Utama
JAKARTA (STOCKWATCH.ID) โ Pemerintah menegaskan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tetap menjadi pegangan utama. Penegasan ini merupakan respons...
STOCKWATCH.ID JAKARTA (STOCKWATCH.ID) โ Pemerintah menegaskan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tetap menjadi pegangan utama. Penegasan ini merupakan respons atas proses investigasi perdagangan yang tengah berlangsung di Negeri Paman Sam tersebut.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menyampaikan hal tersebut dalam acara Media Gathering di Jakarta, Jumat (13/3). Menurutnya, investigasi itu merupakan bagian dari mekanisme administrasi hukum internal Amerika Serikat.
Pemerintah Indonesia memastikan akan mengikuti proses tersebut sesuai prosedur yang berlaku. Indonesia juga siap memberikan berbagai data pendukung yang diperlukan selama masa investigasi.
Haryo Limanseto meyakini berbagai poin yang menjadi perhatian dalam investigasi sebenarnya sudah dibahas. Isu-isu tersebut telah masuk dalam perundingan ART yang berlangsung intensif selama lebih dari satu tahun.
Investigasi perdagangan ini juga menyasar sejumlah negara lain. Namun, Indonesia memiliki posisi tersendiri karena telah memiliki kesepakatan ART yang komprehensif.
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...