TOTL Bidik Laba Rp400 Miliar, Kejar Kontrak Baru Rp4 Triliun di 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) memasang target optimistis sepanjang tahun 2026. Perseroan membidik perolehan kontrak baru mencapai Rp4 triliun hingga akhir tahun. Sampai...
"Kami tetap melakukan kehati-hatian untuk mengambil proyek dengan melihat market yang begini volatil," ujar Moeljati dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Untuk mendukung operasional, TOTL mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp25 miliar tahun ini. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan anggaran tahun 2025 yang sebesar Rp10 miliar.
Kevin Alexander, Investor Relations TOTL, merinci penggunaan dana tersebut untuk kebutuhan alat berat dan teknologi informasi. Seluruh sumber dana capex berasal dari internal perusahaan.
"Penggunaannya masih tetap sama untuk alat-alat berat proyek, lalu ada software dan hardware dari IT," kata Kevin.
Hingga kuartal I 2026, realisasi capex sudah mencapai sekitar Rp9 miliar. Mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD, manajemen telah menyiapkan langkah antisipasi. Perseroan menyiapkan biaya cadangan atau kontinjensi untuk meredam risiko kenaikan harga bahan baku material.
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- Mark Dynamics Indonesia (MARK) Tebar Dividen Interim Rp76 Miliar, Simak Jadwal C...
- Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
- Ida Ayu Somawati Borong 222,4 Ribu Saham WINE, Kepemilikan Bertambah
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- Mark Dynamics Indonesia (MARK) Tebar Dividen Interim Rp76 Miliar, Simak Jadwal C...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...