TOTL Bidik Laba Rp400 Miliar, Kejar Kontrak Baru Rp4 Triliun di 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) memasang target optimistis sepanjang tahun 2026. Perseroan membidik perolehan kontrak baru mencapai Rp4 triliun hingga akhir tahun. Sampai...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) memasang target optimistis sepanjang tahun 2026. Perseroan membidik perolehan kontrak baru mencapai Rp4 triliun hingga akhir tahun.
Sampai dengan April 2026, emiten konstruksi ini sudah mengantongi nilai kontrak sekitar Rp2,6 triliun. Angka ini mencerminkan pencapaian yang kuat pada awal tahun. Sebelumnya, per akhir triwulan I 2026, nilai kontrak yang diraih sebesar Rp1,5 triliun.
Proyek-proyek tersebut terdiri atas pembangunan gedung data center, hotel, dan perkantoran. Saat ini, seluruh pengerjaan yang ditangani perusahaan merupakan proyek dari sektor swasta.
Terkait kinerja keuangan, TOTL menargetkan pendapatan sebesar Rp3,90 triliun pada 2026. Perseroan juga memproyeksikan perolehan laba bersih mencapai Rp400 miliar.
Moeljati Soetrisno, Direktur TOTL, menjelaskan strategi perusahaan dalam mencapai target di tengah kondisi pasar yang dinamis. Perseroan mengandalkan sisa kontrak atau backlog dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp3 triliun.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...