Trump Umumkan Tarif 50%, Tapi Wall Street Malah Ngegas! Kok Bisa?
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup menguat pada perdagangan hari Kamis (10/7/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (11/7/2025) WIB). Penguatan ini terjadi meski tensi perang dagang kembali m...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup menguat pada perdagangan hari Kamis (10/7/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (11/7/2025) WIB). Penguatan ini terjadi meski tensi perang dagang kembali memanas. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) naik 192,34 poin atau 0,43% menjadi 44.650,64. Indeks S&P 500 (SPX) 500 menguat 17,2 poin atau 0,27% mencapai 6.280,46. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, bertambah tipis sebesar 19,33 poin atau setara 0,09% ke level 20.630,66.
Kenaikan ini terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif baru. Ia menyebut akan memberlakukan tarif sebesar 50% atas impor tembaga mulai 1 Agustus 2025.
Trump juga mengenakan tarif 50% untuk produk dari Brasil. Kebijakan ini disebut sebagai respons atas proses hukum yang sedang dijalani mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, terkait dugaan upaya menggagalkan hasil pemilu 2022.
Trump menilai hubungan dagang antara AS dan Brasil tidak adil. "Hubungan dagang ini sangat tidak seimbang, jauh dari saling menguntungkan," ujar Trump.
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Softbank Ventura Indonesia Tambah Saham NANO, Kepemilikan Tembus 10,01%
- Airlangga Hartarto: Kualitas dan Transparansi Emiten Kunci Utama Kepercayaan Inv...
- ITMG Raih Laba Bersih USD110 Juta di Semester I 2026, Naik 17%
- Wall Street Ditutup Melemah, Tersengat Harga Minyak dan Isu Iran
- Bursa Eropa Bergerak Terbatas, Investor Cermati Gejolak Timur Tengah dan Data In...
- Bursa Asia Menguat, Nikkei Melonjak 2%, Hang Seng dan Kospi Ikut Naik
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Asuransi Bintang (ASBI) Ungkap Dugaan Penggelapan Dana dan Investasi
- Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Dunia Kembali Bergerak Menguat
- Saham BNBR Kena Notasi Khusus G dari BEI, Ini Tanggapan OJK
- Profil Destry Damayanti, Kandidat Tunggal Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
- Harga Minyak Dunia Melonjak 5%, Imbas Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran