Wall Street Ditutup Bervariasi, S&P 500 Naik Lagi Gara-Gara Kabar Baik soal Tarif!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan Rabu (14/5/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (15/5/2025) WIB, Indeks saham utama AS, S&P 500, menguat naik lagi...
Presiden Donald Trump bahkan menyatakan bahwa perjanjian final tidak akan tercapai dalam waktu dekat.
“Langkah berikutnya yang bisa mendorong pasar lebih tinggi mungkin harus menunggu inisiatif kebijakan seperti deregulasi dan rancangan undang-undang pajak pro-pertumbuhan pada 2026,” kata Daniel Skelly, Kepala Riset Pasar dan Strategi Wealth Management di Morgan Stanley.
“Tapi untuk sekarang, investor sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli saat harga saham turun, ketimbang mengejar reli. Fokus utamanya tetap pada saham-saham berkualitas dengan estimasi laba yang realistis,” ujarnya.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten