Wijaya Karya Merugi Rp59,6 Miliar pada 2022
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merugi Rp59,6 miliar (Rp-6,64 per saham) pada 2022. Pada tahun 2021, Perseroan laba Rp117,67 miliar (Rp13,12 per saham). Seperti tergambar dalam...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merugi Rp59,6 miliar (Rp-6,64 per saham) pada 2022. Pada tahun 2021, Perseroan laba Rp117,67 miliar (Rp13,12 per saham).
Seperti tergambar dalam laporan keuangan Desember 2022 yang dipublikasikan Jumat (24/3), kerugian WIKA disebabkan antara lain oleh kenaikan beban keuangan sebesar 18,10% jadi Rp1,37 triliun dari Rp1,16 triliun. Selain itu, bagian laba entitas ventura bersama di tahun 2022 turun 54,38% menjadi hanya Rp 306,73 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp672,37 miliar.
BUMN jasa konstruksi itu juga mencatat peningkatan bagian rugi entitas asosiasi menjadi Rp99,35 miliar dari sebelumnya rugi Rp28,88 miliar. Penurunan laba entitas asosiasi ini terutama berasal dari investasi di PT Jasamarga Manado-Bitung sebesar Rp53,79 miliar dan PT WIKA Industri Manufaktur sebesar Rp51,6 miliar.
Kendati merugi, pendapatan konsolidasi emiten BUMN jasa kontruksi beraset Rp75,06 triliun per Desember 2022 itu tumbuh 20,6% menjadi Rp21,48 triliun pada 2022, dari Rp17,8 triliun tahun 2021. Penyumbang terbesar pendapatan WIKA pada 2022 dari segmen infrastruktur dan gedung yakni sebesar Rp10,79 triliun. Disusul segmen industri sebesar Rp5,68 triliun, segmen energi dan industrial plant Rp3,87 triliun, dan pendapatan hotel Rp708 miliar.- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...