Sabtu, November 29, 2025
32.4 C
Jakarta

Harga IPO Dipatok Rp880, Daaz Bara Lestari Kantongi Dana Rp264 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), memasang harga penawaran umum perdana saham atau IPO (initial public offering) sebesar Rp880 per unit. Dari IPO tersebut, emiten di bidang perdagangan besar logam, bijih logam dan penyedia jasa aktivitas perusahaan holding itu berhasil mendapatkan tambahan dana sebesar Rp264 miliar.

Berdasarkan prospektus tambahan IPO saham yang diumumkan di Jakarta, Jumat (01/11/2024) disebutkan, penawaran umum sebanyak 300 juta saham DAAZ ke publik mulai 02-07 November 2024. Penjatahan, dan distribusi saham DAAZ secara elektronik dilakukan pada 07 dan 08 November 2024. Sedangkan pencatatan saham DAAZ di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 November 2024.

Jumlah saham yang ditawarkan DAAZ tersebut mencapai 15,02% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO saham. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek tersebut adalah PT Henan Putihrai Sekuritas.

Dana hasil IPO tersebut setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sebesar33,34%  akan digunakan oleh Perseroan sebagai berikut,

  1. 98,6% untuk pembelian bijih nikel, dimana pembelian ini mengacu kepada:
  2. Perjanjian Jual Beli Bijih Nikel No. 005/PERJ/PTGN/2024 tanggal 1 Mei 2024, antara Perseroan dengan PT GAG Nikel (“GAG”).
  3. Perjanjian Jual Beli Bijih Nikel No. 001/DBL-LGL/II/2024 tanggal 28 Februari 2024, antara Perseroan dengan PT Nusajaya Persadatama Mandiri (“NPM”).

Saat ini, pembagian pembelian bijih nikel dari GAG dan NPM berada pada kisaran 30% dan 70%, dimana pembagian pembelian di kemudian hari akan ditentukan sesuai kebutuhan operasional. Perjanjian yang akan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan 31 Desember 2024 akan diperpanjang oleh Perseroan sebelum masa akhir perjanjian tersebut. Perseroan juga sedang dalam negosiasi untuk beberapa potensi kerjasama baru dengan pihak ketiga.

  1. 1,4% untuk modal kerja yang akan digunakan antara lain untuk biaya tenaga kerja serta biaya logistik.
  2. 66,66% akan digunakan untuk pinjaman kepada Perusahaan Anak, yaitu:
  3. 50% dialokasikan kepada PT Bara Makmur Dwitama (BMD), yang akan digunakan BMD untuk:
  4. 98% untuk pembelian batubara yang mengacu kepada Perjanjian Jual Beli Batubara Indonesia No. 001/BMD-LGL/I/2024 tanggal 3 Januari 2024 antara BMD dengan PT Titan Infra Energy. Perjanjian yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 akan diperpanjang BMD sebelum masa akhir perjanjian tersebut.
  5. 2% untuk modal kerja BMD yang akan digunakan antara lain untuk biaya tenaga kerja dan biaya logistik.
  6. 50% dialokasikan kepada PT Indo Lautan Energi (ILE), yang akan digunakan ILE untuk:
  7. 99% untuk pembelian bahan bakar solar yang mengacu kepada perjanjian yang saat ini sudah ada, yaitu Perjanjian Penjualan Bahan Bakar tanggal 10 Agustus 2023 antara ILE dengan PT ExxonMobil Lubricants Indonesia.

ii. 1% untuk modal kerja yang akan digunakan antara lain untuk biaya tenaga kerja dan biaya logistik. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

13 Perusahaan Antre IPO, 7 Berpotensi Melantai Tutup Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Sejumlah perusahaan diketahui tengah mengantre untuk...

Simak! Ini 5 Saham Top Losers dalam Sepekan, Ada MSIN, PURI dan KOKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan...

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tambah Setoran Modal Anak Usaha Rp880 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru