Konflik Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket Hingga 7%
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak signifikan pada akhir perdagangan Senin (20/4/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (21/4/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh serangan terha...
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak signifikan pada akhir perdagangan Senin (20/4/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (21/4/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak hampir 7%. Minyak WTI ditutup pada posisi 89,61 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni meningkat lebih dari 5%. Harga minyak acuan global ini berakhir di level 95,48 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.
Situasi di jalur pelayaran paling strategis dunia tersebut kembali membara. Angkatan Laut AS melaporkan telah menembak sebuah kapal kontainer milik Iran di Teluk Oman pada hari Minggu. Pasukan Marinir kemudian mengambil alih dan menyita kapal tersebut.
Presiden Donald Trump memberikan penjelasan melalui unggahan di akun Truth Social miliknya. Kapal Iran tersebut mencoba menerobos blokade laut yang dipasang AS di pelabuhan-pelabuhan Iran.
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...