STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa sore (17/04/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (18/04/2026) WIB. Investor merasa khawatir kesepakatan damai antara AS dan Iran tidak tercapai sebelum masa gencatan senjata berakhir pada Rabu.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York terpangkas 293,18 poin atau 0,59% ke level 49.149,38. Indeks S&P 500 (SPX) juga turun 0,63% dan berakhir di posisi 7.064,01. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) melemah 0,59% menjadi 24.259,96.
Kegugupan di Wall Street meningkat menyusul laporan terhentinya perjalanan Wakil Presiden JD Vance untuk bergabung dalam negosiasi Iran. Keputusan ini diambil karena kurangnya komitmen dari pihak Teheran. Informasi tersebut bersumber dari pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut.
Tak lama setelah pasar tutup, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terbaru. Ia menyebut gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal Iran diserahkan. Namun, Trump menegaskan militer AS sudah siap membom Iran jika kesepakatan tidak ditandatangani sesuai tenggat waktu.
Ketidakpastian ini memicu kenaikan harga minyak dunia. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,81% menjadi 92,13 USD per barel. Brent juga menguat 3,14% ke level 98,48 USD per barel.
Brian Mulberry, Chief Market Strategist Zacks Investment Management, memberikan analisanya. Ia menyoroti sulitnya membangun kepercayaan dalam situasi yang melibatkan Iran.
“Ada sejarah panjang dengan Iran yang menyebabkan kecurigaan terhadap kesepakatan apa pun yang bertahan lama, tetapi juga delegasi mereka mungkin tidak dapat melaksanakan banyak perjanjian damai mengingat betapa retaknya tingkat atas militer dan pemerintah mereka,” ujar Mulberry.
Meski demikian, Mulberry tetap optimis terhadap gambaran pasar saham ke depan. Ia melihat fundamental perusahaan masih sangat kokoh pada awal tahun ini.
“Apa yang Anda lihat adalah kuartal pertama yang sangat kuat dalam hal pendapatan. Saya rasa hal itu tidak bisa diabaikan saat ini,” tambah Mulberry.
Di sisi lain, beberapa saham individu mencatatkan performa positif. Saham UnitedHealth melonjak sekitar 7% setelah laporan keuangan kuartal pertama melampaui ekspektasi analis. Perusahaan ini juga menaikkan target laba tahunannya.
Saham Amazon pun merangkak naik 0,7%. Penguatan ini terjadi setelah perusahaan setuju berinvestasi hingga 25 miliar USD pada startup kecerdasan buatan (AI), Anthropic. Sektor teknologi tetap menjadi perhatian investor di tengah fluktuasi pasar.
