Tensi AS-Iran Memanas, Harga Emas Anjlok ke Level Terendah Sepekan

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (20/4/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (21/4/2026) WIB. Pelemahan ini membawa sang logam mulia ke level terendah dalam satu pekan terakhir. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak menjadi pemicu utamanya.

Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 0,3% menjadi USD 4.818,03 per ons troi. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 13 April. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Juni merosot 0,8% ke posisi USD 4.839,10 per ons troi.

Indeks dolar AS naik ke level tertinggi dalam sepekan. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguat sekitar 0,1%. Kondisi ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Ketegangan antara AS dan Iran memicu ketidakpastian pasar. Tensi meningkat setelah AS menyita sebuah kapal kargo milik Iran. Iran pun mengeluarkan ancaman serangan balasan.

Situasi ini mendorong imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS 10-tahun merangkak naik. Kenaikan yield meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Fawad Razaqzada, Market Analyst City Index dan FOREX.com, memberikan pandangannya. Ia melihat situasi di Timur Tengah kembali memanas.

“Situasi di Timur Tengah jelas telah meningkat lagi, menggeser prakiraan emas kami sedikit condong ke arah bawah di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak lainnya, yang dapat mengakibatkan dolar dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi,” ujar Fawad Razaqzada.

Harga minyak dunia melonjak sekitar 5%. Pelaku pasar khawatir gencatan senjata antara AS dan Iran akan runtuh. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz juga masih terhenti sebagian besar.

Emas memang dianggap sebagai alat lindung nilai inflasi. Namun, daya tariknya berkurang saat suku bunga global berada di level tinggi. Suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama akibat lonjakan inflasi dari konflik Timur Tengah.

Jim Wyckoff, Senior Analyst Kitco Metals, turut memberikan catatan analisanya. Ia menilai pelaku pasar emas sedang fokus pada elemen harian yang negatif.

“Pedagang emas pada hari ini memilih elemen harian yang bearish (dolar yang lebih tinggi, imbal hasil) untuk logam. Secara teknis, target harga naik berikutnya bagi pembeli kontrak emas bulan Juni adalah menghasilkan harga penutupan di atas resistensi kuat pada USD 5.000,” kata Jim Wyckoff.

Penurunan harga juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot melemah 0,8% ke posisi USD 80,18 per ons troi.

Logam lainnya juga berada di zona merah. Harga platinum spot turun 1,2% menjadi USD 2.077,35 per ons troi. Sementara itu, harga paladium terkoreksi 0,3% ke level USD 1.554,48 per ons troi setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Konflik Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket Hingga 7%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak signifikan pada...

Harga Emas Dunia Kembali Menguat

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencatat kenaikan...

Ketegangan di Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak hingga 7%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru