STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Raksasa teknologi Apple mengumumkan suksesi kepemimpinan tertinggi perusahaan. John Ternus resmi ditunjuk sebagai CEO baru menggantikan Tim Cook. Perubahan posisi ini mulai berlaku pada 1 September mendatang.
Mengutip CNBC International, Tim Cook akan beralih peran sebagai Executive Chairman. Sementara itu, John Ternus saat ini menjabat sebagai Senior Vice President Hardware Engineering. Ia juga akan bergabung dalam jajaran dewan direksi Apple saat resmi menjabat nanti.
Keputusan besar ini diambil oleh dewan direksi pada Jumat pekan lalu. Cook akan tetap menjalankan tugasnya sebagai CEO sepanjang musim panas ini. Ia fokus memastikan proses transisi berjalan lancar bersama Ternus.
Suksesi ini merupakan yang pertama bagi Apple sejak 2011. Kala itu, Cook menggantikan pendiri Apple, Steve Jobs. Kini, Ternus akan tercatat sebagai CEO kedelapan dalam sejarah perusahaan.
“Menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan luar biasa ini,” ujar Cook dalam pernyataan resminya.
Perubahan struktur kepemimpinan juga menyasar posisi lain. Johny Srouji akan menjabat sebagai Chief Hardware Officer. Ia mengambil alih peran Ternus dengan tanggung jawab yang lebih luas, termasuk memimpin rekayasa perangkat keras.
Di bawah kepemimpinan Cook, Apple mencatatkan pertumbuhan fantastis. Kapitalisasi pasar Apple melonjak lebih dari 20 kali lipat. Pada penutupan pasar Senin, nilai perusahaan mencapai USD 4 triliun.
Pendapatan perusahaan juga naik hampir empat kali lipat. Nilainya menembus USD 400 miliar pada tahun fiskal terakhir. Cook sendiri tercatat menerima total kompensasi sebesar USD 74,6 juta tahun lalu. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai USD 3 miliar.
John Ternus bukan orang baru di lingkungan Apple. Pria berusia 50 tahun ini telah bekerja di Apple selama hampir separuh hidupnya. Ia bergabung pada 2001, hanya empat tahun setelah lulus dari University of Pennsylvania.
Ternus sebelumnya mengawasi tim teknik untuk produk-produk unggulan. Portofolionya mencakup iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, hingga AirPods. Ia juga terlibat dalam pengembangan headset Vision Pro.
Tantangan besar kini menanti Ternus di kursi CEO. Apple sedang berupaya mengejar ketertinggalan dalam teknologi kecerdasan buatan (AI). Selama ini, Apple dinilai kalah cepat dibandingkan perusahaan teknologi raksasa lainnya.
Kritik dari investor muncul setelah Apple menunda pembaruan asisten suara Siri tahun lalu. Namun, perusahaan berencana meluncurkan versi Siri terbaru tahun ini. Teknologi tersebut akan berbasis model AI Google Gemini.
Selain masalah AI, Ternus harus menghadapi masalah rantai pasokan yang rumit. Ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif pemerintahan Presiden Donald Trump menjadi faktor krusial. Apple juga menghadapi krisis memori akibat lonjakan permintaan cip AI secara global.
Analis Wedbush Securities, Dan Ives, mengaku terkejut dengan waktu pengunduran diri Cook. Banyak pihak mengira Cook akan bertahan setidaknya satu tahun lagi. Padahal, bulan lalu Cook sempat membantah rumor pensiun dalam sebuah wawancara televisi.
“Saya mencintai apa yang saya lakukan secara mendalam,” tegas Cook dalam wawancara bulan lalu.
Apple kini bersiap memasuki babak baru di bawah kendali Ternus. Pasar akan terus memantau apakah suksesi ini mampu mempertahankan dominasi Apple di industri teknologi global.
