STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Jumat (17/4/2026) waktu setempat atau Sabtu (18/4/2026) WIB. Logam mulia ini mendapat dukungan dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Keputusan Iran menjaga jalur perdagangan tetap terbuka selama gencatan senjata berhasil menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi.
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,5% ke posisi USD 4.860,39 per ons troi. Sepanjang pekan ini, harga emas sudah melonjak lebih dari 2%. Di pasar berjangka AS, kontrak emas ditutup menguat 1,6% menjadi USD 4.883,20 per ons troi.
Indeks dolar AS dan harga minyak terus melanjutkan penurunan setelah pengumuman pembukaan selat tersebut. Mata uang AS yang melemah membuat emas menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Penurunan harga minyak juga membangkitkan kembali harapan pasar akan adanya pemotongan suku bunga.
Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan analisanya. Ia menilai pembukaan kembali selat tersebut merupakan peristiwa kunci yang menguntungkan aset aman (safe haven).
“Membuka kembali selat adalah peristiwa utama, dan dengan harga minyak di bawah tekanan, hal itu diperkirakan akan meredakan kekhawatiran inflasi dan membangkitkan kembali ekspektasi penurunan suku bunga — semuanya merupakan kabar baik bagi emas,” ujar Peter Grant.
Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump. Ia meyakini kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran akan segera terwujud. Meskipun demikian, waktu pasti mengenai penyelesaian konflik tersebut masih belum jelas.
Sebelumnya, harga emas sempat tertekan setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Kala itu, lonjakan harga energi memicu ketakutan inflasi dan membuat pasar ragu akan penurunan suku bunga. Emas biasanya menjadi kurang menarik bagi investor saat biaya pinjaman berada pada level tinggi.
Grant memprediksi tren penguatan harga logam mulia ini masih memiliki ruang lebar. Ia melihat potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek untuk menembus level psikologis baru.
“Harga emas dapat melihat kenaikan jangka pendek kembali ke atas level USD 5.000 per ons troi,” tambah Grant.
Di sisi lain, terdapat kendala pasokan di Asia karena bank-bank di India menghentikan pesanan emas dan perak dari luar negeri. Berdasarkan sumber perdagangan, berton-ton logam tertahan di bea cukai. Kondisi ini terjadi lantaran belum adanya perintah resmi pemerintah yang memberikan izin impor.
Tren kenaikan harga juga merembet ke logam mulia lainnya pada perdagangan pekan ini. Harga perak spot melonjak 4,6% ke posisi USD 81,99 per ons troi. Secara mingguan, harga perak sudah melesat sebesar 8%.
Kenaikan signifikan juga dialami oleh logam industri lainnya. Harga platinum spot naik 2,1% ke level USD 2.130,42. Sementara itu, harga paladium bertambah 2,4% ke posisi USD 1.588,44 per ons troi.
