Suspensi Dibuka, Harga Saham NINE Naik 9,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I, Kamis (09/1/2025).

“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 9 Januari 2025,” tulis BEI dalam pengumumannya.

Menurut data RTI Business, hingga puluk 09.56 WIB, harga saham NINE naik Rp17 atau menguat 9,09% menjadi Rp204 per unit. Harga saham NINE dibuka di level Rp202 dan bergerak di kisaran Rp196-204 per saham. Hingga waktu tersebut, volume saham NINE yang ditransaksikan sebanyak 8,3 juta unit senilai Rp1,70 miliar dengan frekuensi sebanyak 380 kali.

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham NINE di seluruh pasar sejak perdagangan sesi I, Rabu (08/1/2025 dalam rangka cooling down. Perdagangan saham NINE disuspensi karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Otoritas Bursa menjelaskan, penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham  NINE sebagai salah satu bentuk perlindungan bagi investor. Selain itu, suspensi saham NINE juga bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham tersebut.

BEI mengimbau kepada para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Telkom Indonesia (TLKM) Batalkan Rencana RUPSLB 24 April 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Arah Baru Pasar Modal RI: OJK Genjot Investasi Ramah Lingkungan hingga 2030

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan...

Gembok Dibuka, Saham Emiten Kemasan Plastik Kembali Bisa Diperdagangkan Mulai Pagi Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru