Arah Baru Pasar Modal RI: OJK Genjot Investasi Ramah Lingkungan hingga 2030

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan dua roadmap strategis untuk periode 2026–2030. Langkah ini bertujuan memperkuat pendalaman pasar keuangan sekaligus mendorong investasi berkelanjutan di Indonesia.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, menyampaikan peluncuran ini merupakan langkah krusial. Dua panduan utama tersebut adalah Roadmap Pengembangan Pasar Derivatif Berlandaskan Instrumen Pasar Modal 2026–2030 dan Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030.

“OJK berharap tercipta sinergi yang kuat antara pengembangan instrumen keuangan, peningkatan pelindungan investor, serta penguatan pendanaan dan investasi berkelanjutan,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Penerbitan roadmap ini mendukung pencapaian target net zero emission Indonesia pada 2060. Selain itu, inisiatif ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan bertumpu pada empat pilar utama. Pilar pertama fokus pada penguatan fondasi regulasi. Pilar kedua mengejar pertumbuhan aktivitas dan diversifikasi produk.

Pilar ketiga mendorong partisipasi pelaku pasar melalui insentif. Terakhir, pilar keempat memperkuat kolaborasi domestik maupun internasional.

Hingga Desember 2025, pasar modal Indonesia mencatat kinerja positif pada sektor hijau. Total akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan menembus Rp74,14 triliun (USD 4,43 miliar).

Komposisi penerbitan ini didominasi tema Lingkungan (green) sebesar 42,72%. Disusul tema Sosial (social) 28,82%, Keberlanjutan (sustainability) 26,44%, dan Terkait Keberlanjutan (sustainability-linked) 2,02%.

OJK memproyeksikan penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan tumbuh rata-rata 55,11% per tahun. Pertumbuhan ini akan didorong oleh implementasi roadmap yang konsisten.

Sektor reksa dana berbasis ESG juga menunjukkan taji. Nilai dana kelolaan atau Assets Under Management (AUM) mencapai Rp9,98 triliun (USD 596,96 juta) per Desember 2025.

Reksa dana indeks menguasai porsi terbesar mencapai 52,88%. Reksa dana pendapatan tetap menyumbang 18,21% dan exchange traded fund (ETF) sebesar 17,46%. Produk ini diperkirakan tumbuh rata-rata 14,36% per tahun.

Saat ini, bursa memiliki berbagai indeks berbasis ESG sebagai acuan investor. Indeks tersebut meliputi SRI-KEHATI, IDX ESG Leaders, hingga IDX LQ45 Low Carbon Leaders.

Dalam menyusun roadmap ini, OJK bekerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari Kementerian, SRO, asosiasi industri, hingga Asian Development Bank (ADB). Sinergi ini diharapkan mampu membangun sektor jasa keuangan yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Pagi Terus Melejit Tembus 7.700, Naik 1,19% Berkat Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

BEI Pantau Ketat Dua Saham Ini Usai Harganya Meroket Drastis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memelototi pergerakan...

Indocement (INTP) Rogoh Rp750 Miliar Buat Buyback Saham pada Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru