STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026) waktu setempat. Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Harapan akan dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran turut menopang harga logam mulia.
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,1% menjadi USD 4.791,65 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka AS melonjak 1% ke posisi USD 4.815,40 per ons troi.
Tim negosiasi dari AS dan Iran kemungkinan kembali ke Islamabad pekan ini. Mereka berupaya melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri perang. Sebelumnya, negosiasi akhir pekan sempat gagal dan memicu Washington memberlakukan blokade pada pelabuhan-pelabuhan Iran.
Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, memberikan pandangannya. Ia menyebut arah pasar emas bergantung pada hasil pertemuan di Pakistan.
“Arah pasar emas akan bergantung pada bagaimana pembicaraan berjalan di Pakistan dan kemajuan apa yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika kita melihat berita positif, logam akan terus bergerak lebih tinggi,” ujar Bob Haberkorn.
Pelemahan dolar AS membuat emas yang dihargai dengan greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Harga minyak yang turun juga memberikan sentimen positif bagi pergerakan emas saat ini.
“Dolar yang lebih rendah, minyak yang lebih rendah saat ini membantu emas, mengingat saat perang dimulai, ada serbuan terhadap uang tunai dan kekhawatiran tentang kemampuan untuk mengumpulkan pasokan energi,” tambah Haberkorn.
Data terbaru menunjukkan harga produsen AS pada Maret naik lebih rendah dari perkiraan. Namun, lonjakan harga energi akibat perang tetap memicu kekhawatiran inflasi. Emas biasanya menjadi aset pelindung nilai inflasi.
Suku bunga tinggi cenderung membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga AS sebesar 25% tahun ini. Angka ini turun dari ekspektasi dua kali pemangkasan sebelum perang meletus.
Analis dari Commerzbank menilai harga emas masih cukup stabil. Mereka melihat belum ada tanda-tanda kebijakan pengetatan moneter yang lebih agresif.
“Selama pasar tidak mulai serius mempertimbangkan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS – sejauh ini belum ada tanda-tanda mengenai hal ini – harga emas kemungkinan tidak akan turun lebih jauh lagi,” kata para analis Commerzbank.
Tren penguatan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 3,3% menjadi USD 78,09 per ons troi. Platinum naik tipis 0,1% ke posisi USD 2.072,13. Sementara itu, harga paladium turun 1% ke level USD 1.558,80.
