back to top

Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026) waktu setempat. Indeks Kospi Korea Selatan bahkan sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Investor kini tengah mencermati kemungkinan intervensi Amerika Serikat di Iran.

Mengutip CNBC International, indeks Kospi naik 0,84% dan berakhir di level 4.624,79. Indeks Kosdaq juga menguat 0,2% ke posisi 949,81. Kenaikan ini didorong oleh saham Hyundai Glovis yang melonjak hingga 7%. Analis sebelumnya menaikkan target harga untuk perusahaan logistik asal Korea Selatan tersebut.

Boston Dynamics baru saja menjalin kemitraan dengan Google DeepMind. Hyundai Glovis memiliki 80% saham di perusahaan pembuat robot tersebut. Kerja sama ini bertujuan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam robot humanoid. Sentimen positif ini turut mendongkrak kepercayaan para pelaku pasar.

Indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,48% ke level 8.759,4. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,44% dan ditutup pada posisi 26.608,48. Indeks CSI 300 China daratan pun naik 0,65% ke level 4.789,92. Indeks Nifty 50 India turut naik 0,25%, sedangkan indeks BSE Sensex terpantau datar.

Saham Reliance Industries di India justru merosot 1,38%. Konglomerat ini menghentikan rencana produksi sel baterai lithium-ion di dalam negeri. Keputusan tersebut diambil karena kegagalan mereka mendapatkan teknologi dari China.

Pasar saham Jepang tutup karena hari libur. Namun, situasi politik dalam negeri Jepang tetap menjadi perhatian pasar global. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dikabarkan sedang mempertimbangkan pemilihan umum sela pada Februari mendatang.

“dia mungkin akan mengadakan pemilihan umum sela,” ujar Hirofumi Yoshimura, mitra koalisi Sanae Takaichi. Pernyataan ini muncul setelah media domestik melaporkan rencana pemerintah Jepang tersebut. Mata uang yen Jepang sendiri melemah tajam ke level terendah satu tahun pada posisi 158,19 terhadap USD.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Terperosok ke Level Terendah 2026, Indeks Dow Jones Longsor 739 Poin,

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Perang Iran dan Gejolak Harga Minyak Tekan Bursa Eropa ke Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Perang Iran Picu Gejolak Harga Minyak, Bursa Saham Asia Berguguran

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru