Futures Wall Street Stabil, Investor Tahan Posisi Menanti Rilis Laba “Magnificent Seven”

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan berjangka Senin malam (27/4/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (28/4/2026). Kondisi ini terjadi setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan baru pada sesi reguler sebelumnya.

Mengutip CNBC Internnational, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,1%. Sementara itu, kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat tipis 9 poin atau 0,1%.

Pada perdagangan reguler, indeks S&P 500 naik 0,12%. Indeks Nasdaq Composite menguat 0,20%. Sebaliknya, indeks Dow Jones melemah 62,92 poin atau 0,13%.

Pergerakan pasar sempat tertahan akibat buntunya perundingan damai antara AS dan Iran. Presiden AS, Donald Trump, membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata. Ia menilai negosiasi cukup dilakukan melalui sambungan telepon.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan belum ada rencana pertemuan antara Teheran dan Washington. Di sisi lain, Gedung Putih menyebut tim keamanan nasional telah membahas tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat perang berakhir dan blokade dicabut.

Pekan ini menjadi periode krusial bagi pasar saham. Sejumlah perusahaan teknologi besar akan merilis laporan keuangan. Lima dari tujuh raksasa teknologi yang dikenal sebagai “Magnificent Seven” dijadwalkan melaporkan kinerja.

Perusahaan seperti Alphabet Inc., Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft akan merilis laporan pada Rabu. Sementara Apple dijadwalkan melaporkan kinerja pada Kamis.

Selain itu, sejumlah emiten besar lain seperti UPS, General Motors, Coca-Cola, Hilton Worldwide, JetBlue, dan Corning akan merilis laporan pada Selasa pagi.

Portfolio Manager Ekuitas Pertumbuhan di Gabelli Funds, John Belton, menilai fundamental pasar masih kuat meski ekspektasi investor tinggi.

“Fundamental ini kuat, ekspektasinya tinggi. Masih belum pasti bagaimana reaksi saham pada hari pengumuman laba, namun dalam jangka panjang, ini cukup menarik,” ujar Belton.

Selain laporan keuangan, perhatian investor tertuju pada pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve, yang digelar Rabu. Pertemuan ini diperkirakan menjadi yang terakhir dipimpin Ketua The Fed, Jerome Powell. Bank sentral akan mengumumkan keputusan suku bunga pada sore hari.

Pelaku pasar juga menanti data kepercayaan konsumen April yang dirilis Selasa. Data ini menjadi indikator penting untuk melihat kondisi ekonomi AS di tengah berbagai sentimen global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Proposal Damai Iran Mandek, Bursa Saham Eropa Kompak Melemah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup di zona...

Nikkei dan Kospi Cetak Rekor Tertinggi, Investor Abaikan Ketegangan AS-Iran

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru