Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Tarik Pinjaman Rp4,8 Triliun dari BRI, Ini Rinciannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengantongi fasilitas pinjaman jumbo senilai Rp4,84 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Fasilitas kredit ini akan dimanfaatkan oleh empat anak usaha perseroan.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ANJT, Hilman Lukito, menjelaskan pengambilan pinjaman ini merupakan langkah strategis. Perusahaan ingin menata kembali struktur keuangan grup secara menyeluruh.

“Fasilitas term loan dari BRI diberikan sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk memperbaiki dan menata struktur pendanaan Perseroan secara keseluruhan,” ujar Hilman dalam keterbukaan informasi di Jakarta, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Hilman merinci limit dana untuk empat perusahaan terkendali tersebut. PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) mendapat jatah paling besar, yakni Rp1,63 triliun.

Selanjutnya, PT Kayung Agro Lestari (KALE) memperoleh limit Rp1,39 triliun. PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) mendapat Rp760 miliar. Sementara itu, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS) mengantongi Rp1,06 triliun.

Total pinjaman ini termasuk dalam transaksi material bagi emiten perkebunan kelapa sawit tersebut. Nilainya menembus 70,76% dari total ekuitas perseroan.

Manajemen ANJ berencana menggunakan dana segar ini untuk membayar kembali utang jangka pendek atau refinancing. Selain itu, dana ini bakal menyokong pendanaan dan pengembangan usaha anak perusahaan ke depan.

Dalam kesepakatan ini, ANJT memberikan sejumlah jaminan kepada pihak BRI. Jaminan tersebut berupa aset tanaman, tanah, hingga bangunan. Fasilitas pabrik kelapa sawit milik anak perusahaan juga ikut dijaminkan.

Hilman mengakui rasio keuangan perseroan akan mengalami perubahan. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) dan rasio utang terhadap aset (Debt to Asset Ratio) dipastikan meningkat.

Meski begitu, ia menilai kenaikan tersebut masih berada dalam batas wajar. Pembayaran bunga dan pelunasan pinjaman juga diprediksi tidak mengganggu kinerja keuangan grup di masa depan.

Perusahaan tetap mengedepankan pengelolaan risiko secara hati-hati. ANJ juga berkomitmen menjaga hubungan baik dengan kreditor lain yang selama ini mendukung bisnis perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

GTRA Raup Laba Rp20,17 Miliar di Kuartal I 2026, Melambung 12,69%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) berhasil...

Laba Jasa Marga (JSMR) Terkoreksi 7,41% pada Awal 2026, Tersisa Rp1,11 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)...

Unilever Indonesia (UNVR) Cetak Laba Rp2,14 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 73%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Unilever Indonesia  Tbk (UNVR) berhasil membukukan laba...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru