back to top

Dunia Ketar-ketir, Harga Minyak Terancam Tembus USD100 Usai Serangan Militer ke Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO)– Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran besar bagi stabilitas ekonomi dunia. Pasokan minyak mentah global kini berada dalam risiko gangguan serius. Para ahli memperingatkan potensi resesi global jika jalur perdagangan energi tersumbat.

Mengutip CNBC, konflik ini mengancam keberlangsungan distribusi minyak di Timur Tengah. Skenario terburuknya, krisis ini bisa memicu kemerosotan ekonomi dunia. Iran merupakan produsen minyak terbesar keempat di OPEC dengan produksi di atas 3 juta barel per hari pada Januari lalu.

Pasar minyak selama ini cenderung meremehkan risiko gangguan pasokan di wilayah tersebut. Bob McNally, Presiden Rapidan Energy menilai ancaman balasan Iran terhadap serangan AS sangat nyata. Harga minyak mentah diperkirakan langsung melonjak saat perdagangan dibuka kembali.

Pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026) waktu setempat atau Sabtu (28/2/2026) WIB, harga minyak mentah Brent bertengger di level USD72,48 per barel atau naik 2,45%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di posisi USD67,02 per barel dengan kenaikan 2,78%.

Kenaikan harga diprediksi mencapai USD 5 sampai USD 7 per barel pada awal perdagangan. Sebelumnya, harga minyak Brent ditutup pada level USD 72,48 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di posisi USD 67,02 per barel.

Iran berpotensi membalas serangan dengan mengganggu lalu lintas komersial di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi perdagangan minyak paling penting di dunia. Gangguan di selat tersebut bisa melambungkan harga minyak hingga di atas USD 100 per barel.

“Ini adalah ancaman yang nyata,” ujar Bob McNally.

Data dari firma konsultan energi Kpler menunjukkan lebih dari 14 juta barel minyak mengalir melalui Selat Hormuz setiap hari. Jumlah tersebut setara sepertiga dari total ekspor minyak mentah dunia melalui jalur laut. Sekitar 20% ekspor gas alam cair (LNG) dunia juga melewati jalur sempit ini.

Negara-negara besar di Asia menjadi pihak yang paling terdampak. China, India, Jepang, dan Korea Selatan menerima tiga perempat dari pasokan minyak tersebut. China bahkan menggantungkan setengah dari impor minyak mentah mereka lewat Selat Hormuz.

“Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan adalah jaminan resesi global,” tegas McNally.

Matt Smith, analis minyak dari Kpler memantau pergerakan kapal tanker di kawasan tersebut. Beberapa kapal terpantau mulai mengubah rute untuk menghindari Selat Hormuz. Padahal, lebih dari 20 juta barel minyak telah dimuat untuk ekspor dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Irak.

Negara-negara Asia kemungkinan besar akan mulai menimbun stok minyak dan gas. Mereka menyadari risiko besar jika jalur Hormuz benar-benar tertutup. Kondisi ini bisa memicu persaingan harga yang sangat ekstrem di pasar internasional.

“Anda akan melihat induk dari segala perang tawar-menawar,” kata McNally.

Tom Kloza dari Kloza Advisors menyoroti dampak serangan Iran ke pangkalan AS di negara tetangga. Aksi ini memberikan tekanan besar pada perusahaan asuransi kapal. Tarif asuransi untuk perjalanan melewati Selat Hormuz dipastikan naik drastis atau bahkan ditolak sama sekali.

Pemerintahan Donald Trump memiliki opsi untuk menggunakan Cadangan Minyak Strategis (SPR). Saat ini, stok cadangan AS berada di angka 415 juta barel. Namun, kebijakan ini dianggap belum tentu cukup jika krisis di Hormuz terjadi dalam skala penuh dan waktu lama.

Kevin Book, direktur pelaksana riset di ClearView Energy Partners menyampaikan catatan kepada kliennya. Ia menekankan faktor durasi dan skala krisis sangat menentukan. Cadangan minyak AS dan badan energi internasional lainnya mungkin tidak akan mampu menutupi kekurangan pasokan secara total.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Menanti Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran, Harga Emas Dunia Bergerak Stabil

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Perundingan Nuklir AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia turun tipis sekitar...

Harga Emas Dunia Meroket Lagi, Investor Cari Aman di Tengah Tarif Baru AS dan Konflik Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru