Laba Superior Prima Sukses (BLES) Anjlok 47,6%  di 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih PT Superior Prima Sukses  Tbk (BLES) pada tahun 2025 mencapai Rp1,50 triliun, naik tipis 2,76% dibanding Rp1,46 triliun pada tahun 2024.

Penyumbang terbesar pendapatan BLES tahun 2025 dari penjualan bata ringan AAC ke pihak ketiga yakni Rp1,48 triliun, atau sekitar 98,92% dari total penjualan Perseroan. Penjualan semen mortar menyumbang Rp16,07 miliar.

Kendati penjualan naik, menurut laporan keuangan Desember 2025  yang diumumkan Senin, 30 Maret 2026, laba BLES yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru anjlok 47,6% menjadi Rp83,94 miliar pada 2025, dibanding Rp160,30 miliar pada  tahun 2024.

Penurunan laba BLES tersebut disebabkan antara lain oleh kenaikan beban pokok penjualan sebesar 12,14%, dari Rp993,75 miliar, menjadi Rp1,11 triliun pada 2025.  Akibatnya, laba kotor BLES turun 17,09% jadi Rp388,94 miliar pada 2025. dibanding Rp469,16 miliar pada 2024.

Selain itu, beban usaha BLES juga naik 1,79% menjadi  Rp254,55  miliar pada 2025, dari tahun 2024 sebesar Rp250,07 miliar. Beban lain-lain BLES meningkat 71,68% menjadi Rp27,12 milar pada 2025, dari Rp15,8 miliar pada 2024. Hal ini menyebabkan laba sebelum pajak BLES anjlok 47,23% menjadi Rp107,25 miliar dibandingkan Rp203,28 miliar pada tahun 2024.

Dari sisi neraca keuangan, BLES memiliki total aset sebesar Rp2,03 triliun per Desember 2025, naik 10,88% dari Rp1,83 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas BLES, masing-masing Rp917,33 miliar dan Rp1,12 triliun.

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) didirikan pada tahun 2011 di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan ini memproduksi batu bata ringan untuk memasok bahan baku industri properti dan konstruksi. Produknya lebih ekonomis, lebih ringan, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bata konvensional. Produk BLES ini dijual dengan merek BLESSCON, BLESSBOND, dan SUPERIORE BLOCK. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jababeka (KIJA) Kantongi Pinjaman 15 Tahun dari Bank Mandiri, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)...

Kinerja Tak Kunjung Pulih, WICO Rugi Rp68,38 Miliar pada 2025, Ekuitas Negatif

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Kinerja keuangan PT Wicaksana Overseas International Tbk...

Hasil RUPST: WIKA Beton Tebar Dividen Rp4,01 Miliar dan Rombak Susunan Pengurus

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru