Bursa Saham Eropa Menguat, Investor Cermati Dinamika Politik Inggris dan Pertemuan Trump-Xi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (14/5/2026) waktu setempat. Penguatan ini ditopang oleh perhatian investor terhadap perkembangan politik di Inggris serta pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham unggulan di kawasan Eropa naik 0,76% ke level 616,05. Sebagian besar sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berakhir di zona hijau.

Indeks CAC 40 Prancis naik 0,93% ke level 8.082,27. FTSE MIB Italia melonjak 1,15% ke posisi 50.050,27. FTSE 100 Inggris menguat 0,46% ke level 10.372,93. DAX Jerman meningkat 1,32% ke posisi 24.456,26, sedangkan IBEX 35 Spanyol bertambah 0,87% ke level 17.809,20.

Sektor teknologi dan media memimpin penguatan pasar. Sebaliknya, sektor pertambangan dan perbankan tertinggal dibandingkan kinerja indeks secara keseluruhan.

Pelaku pasar di Eropa juga terus mencermati dinamika politik di Inggris. Kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer dinilai masih menghadapi tantangan. Sejumlah laporan menyebutkan Menteri Kesehatan Wes Streeting tengah mempersiapkan langkah untuk maju dalam persaingan kepemimpinan.

Di sisi lain, Angela Rayner menyatakan telah dibebaskan dari tuduhan oleh otoritas pajak. Rayner dipandang sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Starmer. Ia sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan Wakil Perdana Menteri tahun lalu terkait persoalan pajak properti senilai US$1,08 juta.

Fokus pasar global juga tertuju pada pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing. Investor berharap dialog kedua pemimpin tersebut dapat membantu menstabilkan hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Trump hadir bersama sejumlah eksekutif perusahaan teknologi terkemuka, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.

“Hubungan antara kedua negara akan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Trump kepada Xi Jinping.

Dari sisi korporasi, saham Burberry turun 6,8% setelah perusahaan barang mewah asal Inggris itu melaporkan pelemahan kinerja di wilayah Eropa dan Timur Tengah. Kondisi tersebut dinilai menghambat proses pemulihan bisnis yang tengah dijalankan perseroan.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilts) turun di seluruh tenor. Imbal hasil gilt tenor 10 tahun tercatat melemah sekitar tujuh basis poin. Sementara itu, poundsterling turun 0,3% terhadap dolar AS.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Xi Jinping Sepakat Beli 200 Jet Boeing, Trump Ungkap Hasil Pertemuan

STOCKWATCH.ID (BEIJING) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Xi Jinping di Hadapan Elon Musk dan Jensen Huang: Pintu China Akan Terbuka Lebih Lebar

STOCKWATCH.ID (BEIJING) – Presiden Xi Jinping memberikan jaminan kepada...

Futures AS Stabil Usai Dow Jones Kembali Tembus Level 50.000

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru