Wall Street Ukir Sejarah, Dow Jones Tembus 50.000 dan S&P 500 Lampaui 7.500

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (14/5/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (15/5/2026) WIB. Tiga indeks utama kompak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Investor merespons positif laporan keuangan emiten serta hasil pertemuan diplomatik penting antara Amerika Serikat dan China.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 370,26 poin atau 0,75% ke level 50.063,46. Indeks S&P 500 naik 0,77% ke posisi 7.501,24, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,88% menjadi 26.635,22.

Kenaikan Dow Jones terutama ditopang oleh lonjakan saham Cisco Systems. Saham perusahaan tersebut melonjak 13% setelah merilis kinerja kuartal III yang melampaui ekspektasi analis. Cisco juga mengumumkan rencana pemangkasan hampir 4.000 tenaga kerja.

Sentimen positif turut datang dari sektor semikonduktor. Saham NVIDIA melesat lebih dari 4% setelah muncul laporan bahwa pemerintah AS memberi izin kepada 10 perusahaan China untuk membeli chip H200 produksi Nvidia, meski belum ada pengiriman yang dilakukan.

William Merz, Head of Capital Markets Research di U.S. Bank, menilai fundamental perusahaan-perusahaan besar AS masih sangat kuat.

“Sulit untuk mengabaikan kisah pertumbuhan laba yang kuat,” ujar Merz kepada CNBC.

Menurut dia, kekuatan fundamental korporasi terutama terlihat pada perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar yang terus menunjukkan kinerja solid.

Pasar juga mencermati pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Salah satu isu utama yang dibahas adalah situasi Iran. Pejabat Gedung Putih menyatakan kedua negara sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka.

Selain Cisco dan Nvidia, saham Amazon juga menjadi pendorong utama penguatan indeks. Dalam dua bulan terakhir, saham Cisco telah melonjak 47%, Amazon naik 28%, dan Nvidia menguat 30%.

Reli Wall Street berlanjut meski konflik di Timur Tengah masih berlangsung. Ketegangan geopolitik sempat memicu kekhawatiran terhadap inflasi akibat tingginya harga minyak dunia. Namun, optimisme terhadap pertumbuhan laba emiten berhasil meredam kekhawatiran tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Xi Jinping Sepakat Beli 200 Jet Boeing, Trump Ungkap Hasil Pertemuan

STOCKWATCH.ID (BEIJING) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Xi Jinping di Hadapan Elon Musk dan Jensen Huang: Pintu China Akan Terbuka Lebih Lebar

STOCKWATCH.ID (BEIJING) – Presiden Xi Jinping memberikan jaminan kepada...

Futures AS Stabil Usai Dow Jones Kembali Tembus Level 50.000

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru