STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Petrosea Tbk (PTRO) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana penjualan seluruh saham pada PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Nilai transaksi pelepasan entitas tersebut mencapai Rp1,73 triliun.
Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto menjelaskan, langkah ini merupakan inisiatif perusahaan dalam menata portofolio usaha secara berkelanjutan. Manajemen secara aktif melakukan evaluasi seluruh lini bisnis demi keselarasan arah strategis jangka panjang.
Petrosea memandang perlu melakukan optimalisasi struktur usaha. Perusahaan ingin meningkatkan skala bisnis melalui penguatan fokus pada kegiatan usaha inti (core business). Lini bisnis tersebut meliputi jasa pertambangan, EPC, EPCI, dan logistik terintegrasi.
“Rencana transaksi penjualan seluruh kepemilikan saham Perseroan dilatarbelakangi inisiatif Perseroan dalam melakukan penataan portofolio usaha secara berkelanjutan,” ujar Anto dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (21/4/2026).
Mengenai penggunaan dana, Anto menyebut sebagian besar hasil penjualan untuk memperkuat struktur keuangan. Sekitar 70% dana akan digunakan melunasi pinjaman jangka panjang pihak ketiga. Sisanya dialokasikan untuk mendukung kegiatan operasional, investasi, dan keperluan lainnya.
Berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025, KMS memberikan kontribusi pendapatan sebesar 52.016 ribu USD atau sekitar 6% dari total pendapatan grup. Namun, entitas ini mencatatkan kontribusi negatif terhadap laba bersih sebesar -19% atau minus 6.775 ribu USD.
Secara kuantitatif, aset lancar Perseroan diproyeksikan meningkat dari 558.875 ribu USD menjadi 643.876 ribu USD setelah transaksi. Liabilitas jangka panjang juga diperkirakan turun dari 836.957 ribu USD menjadi 808.510 ribu USD.
Penentuan nilai transaksi merujuk pada laporan penilaian independen dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan. Metode yang digunakan adalah diskonto arus kas (discounted cash flow method) dan metode penyusutan aset bersih.
