STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi keputusan FTSE Russell yang mengeluarkan empat saham emiten tanah air dari indeks global. Otoritas bursa tengah menyiapkan langkah strategis agar perusahaan tercatat asal Indonesia kembali masuk dalam radar investor internasional.
Empat saham yang terdepak dari daftar tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Berdasarkan data FTSE Global Equity Index Series Quarterly Review Juni 2026, perubahan ini mulai berlaku efektif pada Senin, 22 Juni 2026.
Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menilai langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar. Ia memandangnya sebagai dampak dari pembenahan yang sedang berlangsung.
“Ya itu kan memang proses yang memang sudah disampaikan dan kita pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Senin (25/5/2026).
Terkait kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi keluarnya investor asing, Jeffrey memberikan penjelasan. Menurutnya, dampak tersebut hanya akan terasa dalam waktu dekat saja.
Ia meyakini langkah reformasi bursa bertujuan untuk kesehatan pasar modal dalam durasi yang lebih lama. Investor dengan orientasi jangka panjang diprediksi tetap akan merespons positif kebijakan bursa.
“Untuk jangka pendek mungkin iya. Tetapi apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan jangka panjang dari pasar modal kita,” jelas Jeffrey.
BEI tidak tinggal diam melihat keluarnya emiten-emiten tersebut. Jeffrey memastikan ada upaya untuk mendorong kembali perusahaan potensial agar masuk ke dalam indeks global.
Pihak bursa akan segera melakukan pemetaan terhadap perusahaan tercatat. Fokus utama adalah mengajak mereka berdiskusi mengenai peluang penambahan jumlah emiten Indonesia di kancah global.
“Kami setelah ini akan melihat perusahaan-perusahaan tercatat yang potensial untuk bisa masuk kepada indeks-indeks global akan kami ajak diskusi bagaimana kita bisa bersama-sama untuk menambah jumlah perusahaan tercatat kita yang bisa masuk ke dalam indeks global,” ungkapnya.
Jeffrey menekankan bahwa proses ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BEI berkomitmen memberikan dukungan penuh agar emiten Indonesia memenuhi kualifikasi.
Kriteria utama yang menjadi sorotan adalah nilai kapitalisasi pasar (market cap) dan tingkat likuiditas. BEI juga akan menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh penyedia indeks global.
“Kita lihat yang market cap-nya ada di range yang harusnya bisa masuk, yang tingkat likuiditasnya cukup baik itu nanti kita ajak diskusi,” kata Jeffrey.
Mengenai jadwal pertemuan dengan emiten-emiten tersebut, ia menyebut akan dilakukan segera. Saat ini, tim internal bursa sedang mematangkan persiapannya.
“Dalam waktu yang tidak lama. Kami belum bisa menyampaikan waktunya tetapi itu sedang kami siapkan di internal,” tegasnya.

