spot_img

RANS Tepis Isu Afiliasi dan Rumor Pencucian Uang, Tegaskan Seluruh Proses IPO Sesuai Aturan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) memberikan klarifikasi atas sejumlah isu yang menjadi sorotan menjelang pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026).  Isu tersebut mulai dari penggunaan dana IPO untuk akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina) hingga rumor dugaan pencucian uang.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan Perseroan telah memenuhi seluruh ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal.

“Saya rasa sejak awal tahun ini atau bahkan setahun yang lalu, Bursa Indonesia menjadi sorotan karena kaitan keterbukaan informasi, khususnya dari MSCI. Dan ini perlu dipenuhi masalah keterbukaan 1% di atas 1% dan jumlah saham yang diperdagangkan minimum 15%,” kata Darwin, dikutip Jumat (10/7/2026).

Menurut Darwin, RANS telah memenuhi kedua persyaratan tersebut.  Perseroan memiliki porsi saham publik di atas 20% dan akan memenuhi kewajiban keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%.

“Jadi keterbukaan informasi dan jumlah saham yang diperdagangkan, RANS lebih dari 20% diperdagangkan di bursa. Mengenai 1% itu jelas keterbukaan kita memenuhi ketentuan yang ada di bursa,” ujar Darwin.

Darwin juga menanggapi rumor yang beredar di media sosial terkait dugaan pencucian uang.

Ia menegaskan proses IPO telah melalui serangkaian pemeriksaan yang ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia dan penjamin emisi.

“Jangan lupa proses IPO itu melalui ketentuan aturan yang harus dipenuhi oleh setiap emiten.  Ada tiga hal. Pertama keterbukaan aspek hukum. Semua transaksi harus dibuktikan dengan dokumen hukum. Kedua keterbukaan akuntansi. Ketiga keterbukaan informasi,” kata Darwin.

Menurut dia, isu pencucian uang lebih merupakan rumor dibanding fakta yang ada.

“Kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada,” ujar Darwin.

Ia juga menyinggung investasi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) di RANS sebagai salah satu bukti adanya valuasi dan transaksi yang dilakukan secara terbuka.

“Maka saya rasa IPO-nya RANS terbukti menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan maupun Bursa Efek Indonesia,” kata Darwin.

Sementara Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker, menyambut baik penjelasan tersebut.

“Terima kasih atas klarifikasinya.  Kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang objektif. Tapi kalau dari Pak Cyril harusnya lebih membuka mata sebenarnya apa yang terjadi,” ujar Nagita.

Klarifikasi Soal Akuisisi Slavina

Penggunaan dana IPO untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina juga menjadi perhatian pelaku pasar karena dianggap berpotensi mengandung unsur afiliasi.

Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), David Agus, menegaskan transaksi tersebut dilakukan dengan pihak ketiga.

“Saham yang akan dibeli oleh RANS Tbk saat ini dimiliki oleh pihak ketiga dan ingin dibeli justru untuk menjadikannya milik RANS,” kata David.

Ia menjelaskan transaksi tersebut bukan pembelian saham dari pihak terafiliasi.

Adapun Nagita mengatakan pengembangan bisnis kosmetik dan produk konsumen sejalan dengan strategi jangka panjang Perseroan.

“Untuk membuat produk-produk yang berhubungan sama kita, terutama saya pribadi sebagai perempuan pasti suka skincare dan wangi-wangian. Ini yang kita nilai memang sejalan dengan visi misi kita, di mana kita mau mengembangkan produk-produk konsumen supaya lebih sustain lagi ke depannya,” ujar Nagita.

IPO Himpun Rp429,25 Miliar

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham di BEI dengan kode saham RANS pada Jumat (10/7/2026).  Perseroan menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.  Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp170 per saham, sehingga dana yang dihimpun mencapai Rp429,25 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk sejumlah ekspansi bisnis.  Sekitar Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, Rp85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, Rp80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, Rp35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi, Rp29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, serta Rp37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

RANS bergerak di bidang media dan hiburan, mulai dari produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan event, periklanan, taman hiburan hingga aktivitas holding perusahaan.  Perseroan menjadi emiten ke-7 yang melantai di BEI sepanjang 2026.

Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung menyentuh auto reject atas (ARA). Saham RANS melonjak 34,12% atau naik Rp58 menjadi Rp228 per saham dari harga IPO Rp170 per saham.

Perseroan juga mengungkapkan penawaran umum perdana saham mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed), dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rukun Raharja (RAJA) Resmi Stock Split 1:5, Saham Nominal Baru Diperdagangkan Mulai 16 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Perdagangan saham nominal baru Rp5 PT Rukun...

Raffi Ahmad Buka Suara soal Kehadiran Haji Isam di IPO RANS, Sebut Jadi Mentor dan Pemegang Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -. Kehadiran pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi...

PGEO Mulai Tajak Sumur Perdana PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Pasokan Listrik Hijau 55 MW

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-PT Pertamina Geothermal Energy Tbk ((PGEO) terus mengoptimalkan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru