spot_img

Rights Issue COCO Senilai Rp1,28 Triliun Resmi Dimulai, Mayoritas Dana Buat Akuisisi Sari Murni Abadi

STOCKWATCH.ID – JAKARTA – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) resmi melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue dengan target menghimpun dana maksimal Rp1,281 triliun. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi melalui rencana akuisisi PT Sari Murni Abadi.

Dalam Informasi Tambahan dan/atau Perbaikan atas Prospektus Ringkas yang diterbitkan pada Jumat (10/7/2026), COCO akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.678.367.772 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp120 per saham.

Melalui aksi korporasi tersebut, COCO berpotensi meraih dana hingga Rp1.281.404.132.640. Setiap pemegang 1 saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan 10 Juli 2026 berhak memperoleh 3 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru dengan harga Rp120 per saham. Perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 14-21 Juli 2026.

Pemegang saham pengendali, Mahogany Global Investment Pte. Ltd, yang menguasai 51,32% saham perseroan atau sekitar 1,83 miliar saham, telah menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya dalam rights issue ini.

Mahogany juga bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dengan komitmen membeli sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD lain hingga sebanyak-banyaknya 4.302.095.122 saham.

Bersamaan dengan rights issue, perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 355.945.592 Waran Seri I atau setara 10% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD III.

Setiap pemegang 30 saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan memperoleh 1 Waran Seri I secara cuma-cuma. Setiap waran memberikan hak membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp800 per saham.

Apabila seluruh waran dilaksanakan, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana hingga Rp284,76 miliar. Masa pelaksanaan waran berlangsung pada 18 Januari 2027 hingga 10 Juli 2031.

Perseroan mengalokasikan sekitar Rp1,174 triliun dari hasil rights issue untuk ekspansi melalui rencana pengambilalihan PT Sari Murni Abadi. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja operasional, antara lain pembelian bahan baku, bahan kemasan, riset dan pengembangan, pemasaran, serta ekspansi pasar.

Sementara itu, dana hasil pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan sebagai modal kerja dan biaya operasional, termasuk pembelian bahan baku, pengembangan produk, pemasaran, logistik, distribusi, serta digitalisasi operasional perusahaan.

Perseroan juga mengingatkan para pemegang saham agar menggunakan haknya dalam rights issue. Jika tidak berpartisipasi, pemegang saham berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 75,00% setelah pelaksanaan HMETD dan maksimal 75,61% apabila seluruh Waran Seri I juga dikonversi menjadi saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pengendali BMSR Alihkan 685,19 Juta Saham ke Cakra Semesta Indonesia, Nilai Transaksi Rp193 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Chance Stand Finance Limited, pemegang saham pengendali...

Tunggal Jaya Investama Borong 3,79 Juta Saham IMPC, Kepemilikan Naik Jadi 37,88%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Tunggal Jaya Investama,  salah satu pemegang PT...

IHSG Akhir Pekan Hijau, Ditutup Naik 0,20% ke 5.924,360 dengan Nilai Transaksi Rp8,86 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru